Selasa, 29 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Faktor Pengontrol dan Pemicu Longsor, Tak Selalu Karena Hujan

Faktor Pengontrol dan Pemicu Longsor, Tak Selalu Karena Hujan
Faktor Pengontrol dan Pemicu Longsor, Tak Selalu Karena Hujan

YOGYAKARTA — Badan Geologi telah mengingatkan potensi gerakan tanah tinggi yang mengancam 12 provinsi di Indonesia. Daftar wilayah rawan mencakup Aceh, Bengkulu, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Masyarakat umum sering menganggap hujan sebagai satu-satunya pemicu longsor. Namun kenyataannya, proses terjadinya bencana tanah longsor jauh lebih kompleks. Ada faktor pengontrol yang mendasari kerentanan lahan, lalu ada pemicu yang memunculkan gerakan. Keduanya tidak selalu berhubungan langsung dengan curah hujan.

Membedakan Pengontrol dan Pemicu

Faktor pengontrol longsor adalah kondisi-kondisi yang membuat lahan menjadi rentan. Ini meliputi karakteristik geologi, kemiringan lereng, jenis tanah, struktur batuan, dan kedalaman lapisan tanah. Lahan dengan lereng curam, batuan yang terlapuk, atau struktur geologi yang tidak stabil secara alami sudah memiliki potensi tinggi untuk longsor.

Pemicu berbeda. Ini adalah peristiwa atau perubahan kondisi yang mendorong lahan yang sudah rentan untuk benar-benar bergerak. Hujan deras adalah pemicu klasik, tetapi bukan satu-satunya. Gempa bumi, perubahan beban di atas lereng (seperti konstruksi bangunan atau penambangan), dan air tanah yang naik drastis juga bisa memicu longsor pada lahan yang sudah tergolong pengontrolnya.

Longsor Bisa Terjadi Tanpa Hujan Lebat

Di beberapa wilayah, longsor dapat terjadi meskipun curah hujan tidak tinggi. Hal ini terjadi ketika faktor pengontrol sangat kuat—misalnya, lapisan batuan yang sangat tidak stabil atau struktur geologi yang sudah terkompromi. Pada kondisi seperti ini, bahkan guncangan kecil dari gempa atau perubahan air tanah sedang bisa memicu pergerakan tanah.

Sebaliknya, di wilayah dengan struktur geologi kokoh, bahkan hujan lebat mungkin tidak memicu longsor. Lahan tersebut memiliki faktor pengontrol yang rendah, sehingga pemicu biasanya harus sangat kuat untuk menimbulkan gerakan.

Peran Air Tanah dan Perubahan Lingkungan

Air tanah memainkan peran krusial dalam stabilitas lereng. Ketika air tanah naik—baik karena hujan berkepanjangan, penutupan lahan yang mengubah infiltrasi, atau perubahan musiman—tekanan air dalam tanah meningkat. Ini mengurangi gesekan antar partikel tanah dan membuat lahan lebih mudah bergerak.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 29 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online