Secara fundamental, GOTO masih mencatatkan kerugian, dengan Earnings Per Share (EPS) yang miss sebesar -11,22%. Namun, sisi positifnya, pendapatan perusahaan pada Q2 2026 menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 30,6% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp5,65 triliun, didorong oleh pertumbuhan segmen on-demand dan fintech.
Analis MNC Sekuritas Christian menggarisbawahi bahwa tekanan awal terhadap GOTO bukan berasal dari fundamental, melainkan lebih pada faktor teknikal dan rebalancing dana pasif dari indeks FTSE/MSCI yang sebelumnya terhambat aturan gocap. Menurutnya, setelah proses rebalancing selesai, arah pergerakan saham GOTO akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk mencapai profitabilitas.
Dalam upaya memperbaiki kinerja dan valuasi, GOTO juga akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026. Salah satu agenda penting yang akan dibahas adalah pembatalan 32 miliar saham treasuri, setara dengan 2,7% dari saham beredar, yang diharapkan dapat meningkatkan EPS.
Saham Eks Gocap Lain Ikut Terjun Bebas
Efek penghapusan batas gocap tidak hanya dirasakan oleh GOTO. Hari ini, tercatat 23 saham lain yang sebelumnya terparkir di level Rp50 juga mengalami ARB. Beberapa di antaranya adalah DADA, BABP yang turun 13,95% ke Rp37 dengan antrean jual 41 ribu lot, MDLN Rp37, HDIT, FORU, NETV, REAL, BCAP, ATLA, LIFE, dan LPKR. Total 417 saham di IHSG mengalami penurunan harga pada hari ini.
Bagi para trader, situasi ini menuntut kehati-hatian. Antrean jual GOTO yang mencapai 840 juta lot membutuhkan penyerapan dana sebesar Rp3,1 triliun. Jika tidak ada pembeli institusional besar yang masuk, potensi ARB berlanjut ke level Rp31-Rp36 sangat terbuka. Disarankan untuk menunggu volume transaksi yang lebih signifikan sebelum memutuskan untuk melakukan average down. Penting untuk diingat, investasi saham memiliki risiko tinggi, terutama pada saham dengan harga rendah, sehingga riset mandiri sangat diperlukan sebelum mengambil keputusan investasi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.