Jumat, 2 Oktober 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

44 Ribu Rumah di NTT Rusak Akibat Gempa, Pemerintah Genjot Perbaikan

44 Ribu Rumah di NTT Rusak Akibat Gempa, Pemerintah Genjot Perbaikan
44 Ribu Rumah di NTT Rusak Akibat Gempa, Pemerintah Genjot Perbaikan

NUSA TENGGARA TIMUR — Pemerintah membuka kran bantuan besar-besaran untuk warga NTT yang rumahnya hancur tertimpa gempa bermagnitudo 7,7 pada Agustus lalu. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menjanjikan dana perbaikan rumah dan hunian sementara mulai dicairkan Oktober ini.

Data BNPB per 27 September 2026 mencatat 44.767 unit rumah telah terverifikasi rusak. Angka itu mencakup rumah rusak berat, sedang, dan ringan tersebar di tujuh kabupaten Flores: Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, Ngada, Sikka, dan Flores Timur yang semuanya merasakan gempa dahsyat dua bulan lalu.

Skema bantuan yang dikebut BNPB mencakup empat pilar. Pertama, dana stimulan untuk rumah rusak ringan senilai Rp15 juta dan rusak sedang Rp30 juta. Kedua, hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi pemilik rumah rusak berat.

Ketiga, Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan bagi yang menolak huntara. Keempat, dana perbaikan melalui verifikasi dan pencairan bertahap.

“Saya sudah perintahkan agar di bulan Oktober ini, secepatnya dana tersebut sudah bisa disalurkan dan dicairkan oleh warga yang berhak menerima,” tegas Suharyanto dalam keterangannya Kamis (1/10/2026).

Mekanisme Pencairan Dana Perbaikan

Untuk dana perbaikan rumah, BNPB akan menyalurkannya langsung ke rekening masing-masing penerima setelah proses verifikasi selesai. Dari jumlah yang masuk, warga bisa langsung mencairkan 75 persen secara tunai tanpa syarat. Sementara 25 persen sisanya hanya bisa diambil dengan menunjukkan bon atau bukti pembelian material bangunan.

Mekanisme bertingkat ini dirancang untuk memastikan dana benar-benar digunakan memperbaiki rumah, bukan dialihkan ke keperluan lain. “Saya tegaskan, dana itu digunakan untuk perbaikan rumah ya,” tegas Suharyanto.

Proses verifikasi penerima Dana Tunggu Hunian dan huntara telah dimulai. Data pemutakhiran per 28 September 2026 menunjukkan target sementara ada 4.008 penerima dengan estimasi pembiayaan total mencapai Rp136.272.000.000.

Pembangunan Huntara Sudah Dimulai

Sementara pendataan berlangsung, konstruksi hunian sementara tidak menunggu lama. Per 29 September 2026, dari target huntara yang ditetapkan, sudah ada 124 unit selesai dibangun 100 persen. Sebanyak 861 unit lainnya masih dalam pengerjaan dengan progres di bawah 50 persen, 117 unit sudah melampaui 50 persen, dan 299 unit baru dalam tahap persiapan lahan dan survei lokasi.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 2 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online