Selain masalah hukum pribadi, Haaland juga dihadapkan pada situasi pelik di klubnya. Pada 30 September hingga 2 Oktober 2026, Komisi Independen Premier League menyatakan Manchester City bersalah atas 115 pelanggaran aturan finansial. Pelanggaran ini terjadi selama sembilan musim, dari 2009 hingga 2018, dengan menggunakan “kontrak palsu” untuk menggembungkan pendapatan lebih dari £900 juta (sekitar $1.1 miliar).
Manchester City diberi tenggat waktu hingga hari ini, Jumat, 2 Oktober 2026, untuk mengajukan banding. Belum ada konfirmasi mengenai langkah banding yang akan diambil klub. Nasib kontrak Haaland senilai £260 juta (sekitar Rp5 triliun) yang berdurasi 9,5 tahun hingga 2034, senilai £500.000 per minggu, menjadi pertanyaan. Bocoran dari SportBible pada 2 Oktober menyebutkan bahwa tidak ada klausul rilis dalam kontrak Haaland jika klub terdegradasi. Jika City dikeluarkan dari Premier League, Haaland dan pemain lain mungkin bisa hengkang, tetapi hal itu akan memerlukan negosiasi.
Vonis ini juga membuat kembali viral komentar mantan bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold (sekarang di Real Madrid) dari tahun 2024. Saat itu, ia menyatakan bahwa trofi Liverpool lebih bermakna karena perbedaan kekuatan finansial dengan Manchester City.
Performa di Lapangan: Haaland Melempem di Nations League
Di tengah pusaran masalah hukum dan klub, performa Haaland di Timnas Norwegia juga menunjukkan penurunan. Dalam jeda internasional Nations League 2026-27, Norwegia sempat menang 3-2 atas Denmark dan kalah 1-2 dari Portugal, di mana Haaland masing-masing menyumbang 2 dan 1 gol.
Namun, dalam laga melawan Wales di Cardiff tadi malam, 1 Oktober 2026, Haaland tampil di bawah standar. Norwegia kalah 1-2 dan bermain dengan 10 orang di babak kedua. Haaland “melempem,” hanya menciptakan dua peluang: satu sundulan ke arah kiper Danny Ward dan satu tembakan melambung. Ia tercatat memiliki sentuhan paling sedikit di lapangan dan langsung meninggalkan lapangan tanpa wawancara. Ini adalah kali kedua Haaland gagal mencetak gol dalam 18 pertandingan kompetitif terakhir Norwegia.
Meski demikian, rekan setimnya di Timnas Norwegia, Kristoffer Ajer (59 caps), membela Haaland. Ajer menyebut, “Dia sama persis seperti sebelumnya – benar-benar fokus pada pertandingan yang akan datang. Dia tidak berubah sedikit pun sejak saya bertemu dengannya meskipun dia adalah bintang terbesar di planet ini. Tidak ada perbedaan dalam beberapa hari terakhir – Dia membawa banyak energi dan kegembiraan.” Ajer menegaskan bahwa Haaland tetap sepenuhnya fokus pada pertandingan melawan Wales, meskipun kasus hukum dan masalah klub tengah mengganggu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.