Jumat, 2 Oktober 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Kemenko Hilirisasi dan Energi Dibentuk, Bahlil Rangkap Pucuk ESDM

Kemenko Hilirisasi dan Energi Dibentuk, Bahlil Rangkap Pucuk ESDM
Kemenko Hilirisasi dan Energi Dibentuk, Bahlil Rangkap Pucuk ESDM

Presiden Prabowo Subianto merombak Kabinet Merah Putih hari ini, Kamis, 1 Oktober 2026. Di tengah reshuffle itu, Bahlil Lahadalia mendapat tugas baru: memimpin Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi sambil tetap menjalankan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai pelaksana tugas.

Langkah ini langsung mengubah peta koordinasi di sektor hilirisasi dan energi. Dua urusan yang selama ini berjalan beriringan kini ditarik ke satu meja. Targetnya jelas: mempercepat eksekusi program yang menyangkut nilai tambah sumber daya alam, investasi, dan ketahanan energi nasional.

Pelantikan para menteri dan pejabat setingkat menteri dijadwalkan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta mulai pukul 13.30 WIB. Sejumlah sumber yang mengetahui agenda reshuffle tak membantah bahwa salah satu perubahan besar memang pembentukan kementerian koordinator baru untuk urusan hilirisasi dan energi.

Bahlil, dalam pernyataannya seusai dilantik, menekankan bahwa struktur baru itu disiapkan untuk mempercepat konsolidasi kerja lintas kementerian. Ia menyebut koordinasi jadi penting karena hilirisasi sangat dekat dengan sektor ESDM.

“Kementerian investasi dan hilirisasi itu ada di dalam koordinasi Kemenko,” ujar Bahlil dalam tayangan Metro TV. Ia juga menyinggung bahwa porsi investasi di sektor ESDM sangat besar, sekitar 90 persen dari total investasi yang ia sebutkannya, sehingga konsolidasi dinilai perlu dipacu.

Di sumber lain, Bahlil mengatakan pembentukan Kemenko baru ini didorong kebutuhan mempercepat pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo, khususnya hilirisasi dan transisi energi. Ia menyebut agenda itu masuk dalam Asta Cita dan harus dijalankan lewat koordinasi yang lebih terukur.

Pembentukan kementerian koordinator baru ini juga dibaca sebagai upaya menjawab hambatan lama di lapangan. Mulai dari perizinan, pembiayaan, teknologi, infrastruktur, sampai hubungan antara industri hulu dan hilir. Efektivitas lembaga baru itu akan diuji justru di titik-titik itu.

Bahlil dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri negara dalam sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024–2029. Keputusan itu dibacakan dalam prosesi pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis ini.

Sebelum agenda pelantikan usai, perhatian sudah tertuju pada satu hal: siapa yang nanti ditetapkan sebagai Menteri ESDM definitif. Untuk saat ini, Bahlil tetap memegang dua kursi sekaligus.

Sumber: dunia-energi.com

(EV)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda