WASHINGTON, JOURNALARTA.COM — Federal Reserve (The Fed) diprediksi kuat akan menahan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 27-28 Oktober 2026. Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Agustus 2026 yang melandai di bawah ekspektasi, serta pernyataan sejumlah pejabat The Fed, menjadi pemicu utama merosotnya ekspektasi kenaikan suku bunga.
Peluang kenaikan suku bunga pada Oktober kini hanya berkisar 34-38%, anjlok drastis dari 71% seminggu sebelumnya. Namun, pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga pada Desember 2026.
Inflasi PCE Melandai, Ekspektasi Naik Bunga Menciut
Data terbaru dari Bureau of Economic Analysis (BEA) pada 30 September menunjukkan, indeks PCE tahunan Agustus 2026 berada di 3,4%, tidak berubah dari revisi Juli. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi ekonom yang sebesar 3,7%.
Angka lebih melegakan datang dari Core PCE, ukuran inflasi favorit The Fed yang tidak termasuk harga makanan dan energi. Secara bulanan (MoM), Core PCE hanya naik 0,2%, di bawah perkiraan 0,37%. Meskipun Core PCE tahunan masih 2,7%, tetap di atas target 2% The Fed, tren penurunannya memberikan sedikit kelegaan bagi pasar.
Sal Guatieri, ekonom dari BMO, menyoroti penurunan persentase komponen PCE yang naik di atas 3%, dari 54% menjadi 51%. Meski demikian, ia menekankan bahwa angka tersebut masih jauh di atas tingkat normal, mengindikasikan bahwa The Fed masih memerlukan pengetatan lebih lanjut.
Sinyal ‘No Urgency’ dari Pejabat The Fed
Presiden Federal Reserve New York John Williams, yang juga Wakil Ketua FOMC dan pemegang suara permanen, memberikan sinyal kunci. Dalam pidatonya di Buffalo pada 30 September, Williams menyatakan bahwa “dengan tindakan kebijakan yang kami ambil pada pertemuan September, tidak ada kebutuhan mendesak, dan kami punya waktu untuk mengumpulkan informasi lebih banyak.” Namun, ia juga menambahkan bahwa inflasi 3,7% masih terlalu tinggi dan “satu kali kenaikan lagi mungkin tepat akhir tahun ini,” mengisyaratkan jeda di Oktober dan kenaikan pada Desember.
Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson, berbicara pada 1 Oktober di University of Virginia, juga mengindikasikan kehati-hatian. Ia menyatakan bahwa penyesuaian di masa depan harus ditentukan melalui pemeriksaan tren yang cermat, dan bahwa penilaian kolektif memerlukan lebih banyak waktu. Sinyal dari dua pejabat berpengaruh ini memperkuat pandangan pasar tentang jeda suku bunga.
Di sisi lain, Gubernur The Fed Michael Barr menunjukkan pandangan yang lebih hawkish. Ia mencatat bahwa hanya 2 dari 20 bulan terakhir Core PCE yang sesuai target 2%. Barr belum melihat tren jelas menuju target 2% secara tepat waktu, sehingga penyesuaian kebijakan lebih lanjut kemungkinan dibutuhkan. Barr juga mewaspadai pengeluaran AI dan energi yang berpotensi menahan inflasi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.