SLEMAN — Supermarket bangunan dan elektronik Trans Home di Jalan Yogyakarta-Solo Kilometer 11, Kalitirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ludes terbakar Kamis (1/10/2026). Api yang muncul tiba-tiba sekitar pukul 13.10 WIB ini menghanguskan hampir seluruh bangunan bertiga lantai beserta isinya dalam waktu singkat.
Dua orang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Keduanya adalah karyawan perempuan di Trans Home yang dievakuasi dari lantai tiga bangunan. “Keduanya tadi kita temukan sudah henti nafas, henti nadi,” ungkap Koordinator Unit Siaga Basarnas Sleman, Dhedi Prasetya, saat ditemui di lokasi.
Kebakaran dimulai dari arah selatan atau sisi belakang bangunan, tempat menyimpan material plastik. Saksi mata Wiji, warga sekitar, melihat secara langsung bagaimana api merambat dengan cepat. “Saat kejadian saya melihat asap sudah mengepul sekitar jam 13.10 WIB. Api kemudian dengan cepat membesar,” kenangnya.
Angin yang kencang memperburuk situasi. Wiji menjelaskan bahwa kobaran api dengan mudah menyebar dari belakang ke depan toko berkat hembusan angin yang kuat. “Karena kena angin, dari belakang langsung muter ke depan dan menjalar apinya,” ujarnya, menggambarkan cepatnya perambatan api tersebut.
Kerugian Meluas, Ratusan Kendaraan Hangus
Kerugian material sangat besar. Sekitar 100 unit kendaraan bermotor yang terparkir di area sekitar Trans Home terbakar. Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho menyatakan bahwa proses pemadaman melibatkan sekitar 20 unit kendaraan pemadam kebakaran.
Respons cepat dari berbagai pihak dikerahkan. Unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian, hingga Dinas Sosial turut terlibat. Bantuan tambahan datang dari petugas gabungan Kabupaten Bantul, Kulon Progo, bahkan hingga Klaten dan Magelang.
Hingga pukul 17.37 WIB, proses penanganan masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Petugas juga melakukan pengecekan area gudang di basement yang menyimpan material cair berbahan dasar zat kimia. Potensi ledakan membuat operasi penyelamatan semakin kompleks dan membutuhkan kehati-hatian ekstra.
Warga Berusaha Selamatkan Kendaraan
Ketika api sudah membesar, pekerja dan warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam toko. Namun, warga sekitar berhasil memindahkan beberapa kendaraan ke tempat yang lebih aman. “Sekitar tujuh sampai delapan sepeda motor sudah diamankan,” kata Wiji.
Upaya penyelamatan barang dagangan dalam toko tidak mungkin dilakukan. “Tidak ada kesempatan. Semua barang di dalam tidak ada yang terselamatkan,” imbuh Wiji, mencerminkan betapa cepatnya perambatan api.
Insiden ini juga berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Yogyakarta-Solo, salah satu jalur utama di wilayah tersebut. Kendaraan yang hendak melewati diarahkan ulang untuk menghindari zona kebakaran dan operasi penyelamatan.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga saat laporan ini dibuat, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Pihak Kepolisian masih dalam tahap penyidikan untuk menentukan akar permasalahan yang memicu insiden ini. Estimasi kerugian material juga belum bisa dipastikan pada saat kejadian berlangsung, mengingat besarnya skala kebakaran dan kompleksitas bangunan yang terbakar.
Kapolsek Berbah menyebut hanya fakta bahwa api berasal dari sisi belakang dan bangunan memiliki struktur tiga lantai plus satu basement dengan berbagai jenis isi dagangan. “Belum diketahui penyebab munculnya si jago merah,” tambah Heri kepada media setempat. Jasad kedua korban meninggal telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk proses identifikasi lebih lanjut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.