Sabtu, 3 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Dindik Jatim Ingatkan Siswa Tak Serahkan Sepenuhnya Proses Berpikir kepada AI

Suasana seminar Wawasan Kebangsaan yang dihadiri siswa dan tenaga pendidik
Kegiatan seminar Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara yang digelar Dindik Jatim di Surabaya, Kamis (1/10). (Ilustrasi: AI)

Sekolah kini memikul tanggung jawab lebih berat. Mereka dituntut membangun literasi digital yang sehat bagi para siswa. Bukan sekadar melarang penggunaan aplikasi, tapi mengajarkan batasan yang tegas. Siswa harus paham mana bagian yang boleh dibantu teknologi dan mana bagian yang harus dikerjakan dengan keringat pikiran sendiri.

Kita sedang berada di titik persimpangan. Teknologi bisa menjadi jembatan besar untuk inovasi, atau justru menjadi tembok tebal yang menghalangi kreativitas siswa. Pihak sekolah diharapkan mulai merumuskan kebijakan yang membuat siswa tetap tajam, kritis, dan tidak “malas” berpikir.

Ke depan, tantangannya bukan lagi soal siapa yang paling cepat mengakses informasi. Pemenangnya adalah mereka yang mampu mengolah informasi tersebut menjadi gagasan baru yang orisinal.

Keseimbangan antara kemajuan teknologi dan penguatan karakter nasional harus terus dijaga agar anak didik kita tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir yang tak bisa ditiru oleh algoritma manapun.

Para pengajar di lapangan kini didorong untuk kembali menekankan pentingnya proses belajar, bukan sekadar nilai di atas kertas. Sebab pada akhirnya, kemampuan untuk membedah masalah secara mandiri adalah bekal yang jauh lebih berharga daripada semua jawaban yang bisa dihasilkan oleh mesin dalam hitungan detik.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis