Budi Gunawan resmi menanggalkan jabatan lamanya untuk mengemban tugas baru sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Presiden Prabowo Subianto melantik langsung Budi Gunawan bersama puluhan tokoh lainnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 1 Oktober 2026.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ini tak ingin membuang waktu. Sesaat setelah prosesi pelantikan rampung, ia langsung buka suara mengenai arah kerja yang akan ditempuh lembaga tersebut. Tugas utamanya jelas: mengawal setiap jengkal program kerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar berjalan mulus.
Membedah Prioritas Nasional
Budi menyebut peran barunya ini sebagai garda pendukung kebijakan. Ia menegaskan bahwa Wantimpres memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan roda pemerintahan bergerak sesuai rencana. Menurutnya, ada banyak pekerjaan rumah yang harus segera dipetakan secara mendalam.
“Ada beberapa penugasan yang tentu nanti harus kami dalami, petakan, dan terutama di program-program prioritas Bapak Presiden yang harus kita kawal dan kita perkuat agar sukses dan lebih dirasakan oleh masyarakat,” ujar Budi Gunawan usai pelantikan.
Fokusnya bukan sekadar memberi masukan di atas kertas. Ia menekankan pentingnya dampak nyata yang dirasakan rakyat dari setiap kebijakan yang lahir. Budi bakal memimpin langkah konsolidasi internal untuk memetakan bagaimana lembaga tersebut akan bekerja secara efektif. Mekanisme kerja yang tepat menjadi kunci agar saran yang diberikan kepada Presiden benar-benar substantif dan berbobot.
Dinamika Internal Wantimpres
Pelantikan ini tergolong masif. Presiden Prabowo melantik total 26 anggota Wantimpres dalam satu rangkaian acara. Struktur pimpinan lembaga ini pun sudah terbentuk. Pratikno dipercaya memegang kendali sebagai Ketua Wantimpres, sementara kursi Wakil Ketua diduduki oleh Hatta Rajasa. Pemilihan nama-nama besar ini bukan tanpa alasan.
Pratikno menegaskan bahwa susunan anggota yang baru adalah perpaduan dari berbagai latar belakang, mulai dari profesi, pengalaman, hingga spektrum agama yang beragam. Baginya, perbedaan ini justru menjadi modal utama untuk memberikan perspektif yang kaya bagi Presiden. “Anggota Wantimpres adalah tokoh nasional dengan pengalaman panjang dalam mengabdikan diri kepada negara,” tegas Pratikno.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.