OVIEDO, JOURNALARTA.COM – Lamine Yamal kembali menunjukkan kepiawaiannya sebagai spesialis gol kilat setelah membobol gawang Republik Ceko di menit keenam pertandingan Nations League Grup A3. Gol tersebut membawa Spanyol unggul 1-0 dalam laga yang berakhir dengan skor 3-1 di Stadion Carlos Tartiere, Oviedo, Minggu (4/10/2026) dini hari WIB.
Aksi individu Yamal dari sisi kanan, memotong ke dalam, dan menerima umpan dari Dani Olmo, diakhiri dengan sepakan melengkung keras kaki kiri ke sudut kiri atas gawang. Kiper Antonín Kinský tak berdaya menghalau bola, membuat Pedri segera memeluknya merayakan gol pembuka. Ini adalah gol ketiga beruntun Yamal di Nations League musim ini.
Lamine Yamal: Mesin Gol Kilat La Roja
Gol cepat ke gawang Ceko bukan kebetulan semata bagi Yamal. Pemain berusia 19 tahun ini secara konsisten mencetak gol di fase awal pertandingan dalam tiga laga terakhir Timnas Spanyol. Sebelumnya, ia membobol gawang Kroasia di menit kedua dalam kemenangan 4-1 pada Selasa (30/9/2026). Empat hari sebelumnya, pada 26 September, ia juga mencetak gol di menit kedua saat Spanyol menundukkan Inggris 3-2 di Wembley.
Dengan tambahan satu gol ini, Lamine Yamal total telah mengoleksi 4 gol dalam 3 pertandingan Nations League 2026/27. Capaian ini menempatkannya sebagai top skor sementara Grup A3, menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola dunia saat ini. Bahkan, ia hampir mencetak gol kedua di menit ke-12 melawan Ceko, namun lob dari jarak 20 meter masih melebar tipis.
Dominasi Spanyol dalam pertandingan melawan Ceko juga terlihat dari statistik. La Roja mencatatkan 69% penguasaan bola dan melepaskan 18 tendangan dengan 10 di antaranya tepat sasaran, berbanding jauh dengan Ceko yang hanya memiliki 5 tendangan. Gol Spanyol lainnya dicetak oleh Rodri di menit ke-35 dan Merino di menit ke-89, sementara Ceko hanya mampu membalas melalui Slama di menit ke-69. Ceko juga harus bermain dengan 10 pemain setelah Krejci menerima kartu merah di menit ke-85.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, melakukan rotasi besar-besaran, mengganti 9 pemain dari skuad sebelumnya. Namun, Yamal dan Baena tetap dipertahankan di lapangan, menunjukkan betapa pentingnya peran mereka dalam strategi De la Fuente.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.