Minggu, 4 Oktober 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Pilu Balita Kembar Terpisahkan Maut saat Kebakaran Kontrakan Petakan

Rumah kontrakan di Jalan Pelajar Cakung yang terbakar dengan tembok menghitam dan barang-barang hangus
Sisa-sisa rumah kontrakan di Jalan Pelajar, Cakung, Jakarta Timur yang terbakar pada Jumat (2/10/2026). Tembok bagian dalam menghitam dan barang-barang milik keluarga tak tersisa. (. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA TIMUR — Dua balita kembar berusia 4 tahun harus terpisahkan oleh maut saat kebakaran menghanguskan kontrakan petakan mereka di Jalan Pelajar, Cakung. Hanya satu dari keduanya yang berhasil diselamatkan; saudaranya tidak sempat dievakuasi karena intensitas api yang terlalu tinggi.

Peristiwa kebakaran terjadi pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 14.01 WIB. Grup jaga Kantor Sektor Cakung langsung menuju lokasi setelah menerima informasi dan tiba pukul 14.10 WIB. Tim damkar menerjunkan 7 unit mobil dengan 35 personel untuk memadamkan api. Setelah 10 menit proses pemadaman, api berhasil dilokalisasi. Operasi pemadaman dinyatakan selesai pukul 15.05 WIB.

Saat kebakaran melanda, kedua balita kembar itu sedang beristirahat bersama kakak mereka yang berusia 12 tahun. Rumah dalam kondisi terkunci dari dalam karena sedang istirahat. Kakak mereka mendengar kobaran api pertama kali dan berteriak meminta bantuan. Ketua RT setempat, Marzuki, mengatakan warganya segera merancak membongkar pintu rumah setelah mendengar teriakan anak itu.

“Dia teriak-teriak, ‘Ada api!’ Di situ warga tahu ada kebakaran,” ujar Marzuki saat ditemui detikcom di lokasi, Sabtu (3/10).

Kakak mereka berhasil keluar. Namun dalam kepanikan awal, warga sempat lupa bahwa masih ada dua balita kembar di dalam rumah. Baru setelah kakak mereka memberi tahu, “Ada dua, ada adik, ada adik!”, warga menyadari situasi gawat itu dan mencoba masuk untuk menyelamatkan keduanya.

Hanya Satu Terselamatkan

Api yang sudah membesar menciptakan suhu ekstrem dan meruntuhkan sebagian atap. Hanya balita perempuan yang berhasil diambil dari rumah. Saudaranya, balita laki-laki, tidak sempat dievaluasi. Tim damkar pada saat itu juga belum bisa masuk karena intensitas kebakaran masih tinggi.

Marzuki menceritakan, “Masih kebakaran itu, masih asap ngebul. Itu baru masuk damkar, belum bisa nolong. Damkar juga enggak bisa masuk. Akhirnya si korban itu baru diambil setelah proses selesai semua.”

Setelah api padam sekira pukul 15.00 WIB, jasad balita laki-laki ditemukan dalam kondisi duduk di dekat kamar rumah yang sudah hangus. Balita perempuan yang berhasil diselamatkan dinyatakan mengalami luka bakar. Kedua balita itu tewas—satu meninggal dalam kondisi luka bakar, yang lain karena tidak sempat dievakuasi akibat intensitas api.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 4 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online