Sifatnya yang humoris dan supel juga membuatnya diterima layaknya keluarga sendiri di rumah-rumah panggung warga. Jamal (50), warga Kadu Ketug 3, menuturkan bahwa Bagus kerap menginap di rumahnya saat bertugas panjang, termasuk ketika meliput pemilu.
“Saya sempat mengirim pesan WhatsApp saat mendengar kabar buruk itu, tapi tidak ada jawaban,” tutur Jamal sedih. Dari rombongan jurnalis yang hilang, Jamal juga mengenal Donal dan Ari Basuki yang sebelumnya diperkenalkan oleh Bagus.
Dedikasi Tinggi Seorang Pewarta Foto
Keberanian Bagus di lapangan memang diakui banyak pihak. Ibunda Bagus, Tini Suprihatini, menceritakan anak tunggalnya itu kerap menantang bahaya demi mendapat sudut visual terbaik. Mulai dari turun ke lubang tambang batu kalimaya sedalam 200 meter, menerobos tsunami Pandeglang 2018, hingga menerjang banjir bandang Lebak pada 2020.
Pria yang sempat menempuh studi psikologi di Uhamka sebelum beralih ke jurusan Hukum Universitas Pamulang (Unpam) Serang ini telah mengantongi banyak penghargaan, termasuk penghargaan bergengsi Anugerah Pewarta Foto Indonesia (PFI) 2025 di Solo. Bahkan, foto terakhirnya tentang aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sempat diunggah di akun media sosial resmi Presiden Prabowo Subianto.
Kini, di tengah operasi pencarian yang masih berjalan di perairan Selat Sunda, keluarga dan masyarakat Badui terus memanjatkan doa terbaik agar sang fotografer tangguh segera ditemukan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.