Senin, 5 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Harga Minyak Dunia Hari Ini Stabil di US$102: Brent US$102,25 WTI US$91,00, Konflik Houthi vs Arab Saudi di Bab el-Mandeb Memanas

Harga Minyak Dunia Hari Ini
Harga Minyak Dunia Hari Ini Stabil di US$102: Brent US$102,25 WTI US$91,00, Konflik Houthi vs Arab Saudi di Bab el-Mandeb Memanas. Credit: Dok. JournalArta

Di tengah ketidakpastian pasokan, aliansi produsen minyak OPEC+ pada Minggu (4/10/2026) sepakat menahan kuota produksi November 2026 tanpa perubahan. Keputusan ini, yang difinalisasi melalui konferensi video, sejalan dengan sinyal OPEC+ sebelumnya untuk menghentikan kenaikan kuota lebih lanjut hingga akhir 2026.

Sebagai respons terhadap tekanan pasokan, rekor harga diesel, dan harga minyak di atas US$100, negara-negara G7 (AS, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Kanada, Jepang) mengumumkan rencana pelepasan cadangan darurat hingga 100 juta barel minyak mentah dan diesel. Langkah ini bertujuan meredam lonjakan harga, menstabilkan pasar, dan menjaga inflasi global. Inflasi global 2026 diperkirakan mencapai 4,7%, naik dari proyeksi April, sementara pertumbuhan global dipangkas menjadi 3% (IMF) dan 2,5% (Bank Dunia), bahkan bisa anjlok hingga 1,3% dalam skenario terburuk.

Dampak ke Indonesia: Rupiah Melemah, Harga BBM Stabil

Gejolak pasar energi global juga berdampak pada Indonesia. Pada Senin (5/10/2026), nilai tukar rupiah melemah 21 poin atau 0,12% ke posisi Rp17.903 per dolar AS dari Rp17.882. Pelemahan ini dipicu oleh melonjaknya harga minyak mentah, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menjadi 5,26%, dan penguatan indeks dolar AS (DXY) ke level 101,9.

Kendati demikian, PT Pertamina memutuskan untuk menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia meskipun harga minyak mentah global melampaui US$100 per barel. Harga Pertamax (RON 92) tetap di Rp15.950 di Jawa, Pertamax Green 95 di Rp19.150, Pertamax Turbo (RON 98) di Rp19.600 di Jawa, Dexlite di Rp23.700 di Jawa, dan Pertamina Dex di Rp25.200 di Jawa. Pihak Shell, Vivo, dan BP juga kompak tidak menaikkan harga BBM mereka.

Pasar masih memantau proyeksi analis terkait potensi kenaikan lebih lanjut. Ibrahim Assuaibi menyatakan harga minyak mentah masih cukup tinggi dan bisa melompat ke US$102,50, terutama dengan memanasnya geopolitik di Laut Merah dan Bab el-Mandeb, serta ancaman penutupan total Hormuz. TradingView juga memprediksi Brent berpotensi menembus US$102,50.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair