Selasa, 6 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Merapat! Ini Ramalan Harga Emas Terbaru dari 8 Lembaga Dunia

Merapat! Ini Ramalan Harga Emas Terbaru dari 8 Lembaga Dunia
Harga emas masih menghadapi jalan terjal di tengah kebijakan suku bunga bank sentral

JAKARTA — Harga emas global kini sedang berada di persimpangan jalan. Setelah sempat mencetak rekor fantastis di awal tahun, logam mulia ini justru tertekan hebat oleh penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi. Pada perdagangan Senin (5/10/2026) pukul 06.29 WIB, harga emas berada di level US$ 4144,83 per troy ons, hanya menguat tipis 0,06% setelah anjlok 3,4% sepanjang pekan lalu.

Kondisi pasar yang labil memaksa sejumlah lembaga keuangan global meninjau ulang proyeksi mereka. HSBC menjadi salah satu bank yang baru saja memangkas target harga emas tahun 2026 menjadi US$4.490 dari US$4.560 per troy ounce. Proyeksi untuk tahun 2027 pun turut dikoreksi menjadi US$4.825 dari angka sebelumnya US$4.925.

Dinamika Proyeksi Wall Street

Meski tren jangka pendek menunjukkan tekanan, pandangan jangka panjang para analis terhadap emas masih tetap positif. Berbagai bank besar memiliki estimasi yang bervariasi mengenai pergerakan harga hingga tahun 2027. Berikut adalah rangkuman proyeksi dari delapan lembaga keuangan dunia terkait masa depan harga emas:

Lembaga Proyeksi
Goldman Sachs US$4.900 (Akhir 2026)
UBS US$4.600 (Des 2026) & US$5.000 (Mar 2027)
Deutsche Bank US$5.000
Morgan Stanley Target US$5.000 (2027)
Crédit Agricole US$5.000 (Des 2026) & US$5.500 (Des 2027)
Bank of America US$3.750 (Jangka pendek) & US$3.500 (Skenario tekanan)
HSBC US$4.490 (2026) & US$4.825 (2027)

Skenario dari Bank of America (BofA) menjadi yang paling konservatif. Mereka memperingatkan potensi penurunan ke level US$3.750 sebelum kembali bangkit. Risiko utama muncul jika harga minyak dunia melonjak hingga US$150 per barel, yang diprediksi dapat menekan harga emas rata-rata ke kisaran US$3.500 pada tahun 2027.

Faktor Penopang dan Tekanan

Perjalanan menuju target US$5.000 memang tidak akan mulus. Data CFTC menunjukkan posisi net long manajer investasi berada di level terendah sejak Juli, sementara kepemilikan global di ETF emas menyusut 1,6 ton menjadi 4.249 ton. Permintaan fisik di pasar Asia, khususnya China, pun melambat menjelang libur nasional awal Oktober.

Kendati demikian, permintaan struktural dari bank sentral dunia diyakini akan menjadi bantalan jika harga menyentuh level US$4.000. Strategis logam MKS PAMP, Nicky Shiels, menilai faktor geopolitik dan diversifikasi cadangan devisa memberikan premi sekitar US$840 per troy ounce pada harga emas saat ini. China sendiri tercatat mengimpor 1.077 ton emas sepanjang delapan bulan pertama 2026.

Di sisi lain, perak masih berjuang di bawah bayang-bayang imbal hasil Treasury AS. Pada Senin (5/10/2026) pukul 06.33 WIB, harga perak tercatat berada di level US$ 6076 per troy ons, menguat tipis 0,61% setelah tertekan lebih dari 6% pada pekan lalu.

Bagi investor, perbedaan pandangan antarlembaga ini mencerminkan tingginya ketidakpastian ekonomi global. Meski emas tetap dianggap sebagai aset safe haven, aset berbasis dolar AS kini menjadi kompetitor utama dalam perebutan alokasi dana di pasar keuangan.

Keputusan akhir untuk tetap memegang aset logam mulia akan bergantung pada seberapa jauh ketegangan inflasi dan kebijakan suku bunga akan mempengaruhi nilai mata uang di masa depan.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair