Selasa, 6 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

British Airways BA295 Darurat Drop 28.000 Kaki, Pesawat Chicago Kembali ke Heathrow

British Airways
British Airways BA295 Darurat Drop 28.000 Kaki, Pesawat Chicago Kembali ke Heathrow. Credit: Dok. JournalArta

LONDON, JOURNALARTA.COM – Pesawat British Airways dengan nomor penerbangan BA295 tujuan Chicago O’Hare mengalami insiden serius pada Senin, 5 Oktober 2026. Pesawat Boeing 777-200ER itu tiba-tiba kehilangan ketinggian sekitar 28.000 kaki dalam hitungan menit di atas wilayah Irlandia, memicu kepanikan dan deklarasi darurat sebelum berhasil mendarat kembali di Bandara Heathrow, London.

Insiden ini baru terungkap luas pada Selasa, 6 Oktober 2026, setelah data penerbangan menjadi viral dan sejumlah media melaporkannya. Pesawat yang lepas landas dari Heathrow antara pukul 11.50 hingga 12.15 BST ini tiba-tiba turun drastis dari ketinggian 36.000 kaki menjadi 9.000 kaki hanya dalam waktu tujuh menit. Kejadian mengejutkan ini terjadi sekitar 30 menit setelah lepas landas.

Saat insiden terjadi, awak pesawat segera mendeklarasikan status darurat dengan memancarkan kode transponder ‘Squawk 7700’ ke pengawas lalu lintas udara (ATC). Kode ini merupakan sinyal universal bahwa pesawat membutuhkan prioritas dan bantuan. Masker oksigen otomatis langsung jatuh di kabin, menyebabkan kepanikan di antara para penumpang.

Meski mengalami penurunan drastis, pesawat tidak langsung kembali mendarat. Kru berkomunikasi dengan ATC dan menilai situasi. Pesawat kemudian berputar-putar selama sekitar empat jam di atas Bristol Channel dan pantai Wales. Manuver ini bertujuan untuk membuang atau membakar bahan bakar agar bobot pesawat aman untuk pendaratan. Setelah hampir lima jam di udara, pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Heathrow sekitar pukul 17.00 BST.

Juru bicara British Airways mengonfirmasi insiden tersebut. “Pesawat mengalami masalah teknis yang memaksanya kembali ke Heathrow. Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami,” kata pernyataan resmi British Airways. “Pesawat mendarat dengan selamat dan penumpang turun seperti biasa.” Maskapai belum merinci penyebab teknis dari penurunan ketinggian secara mendadak tersebut.

Penyebab dan Dampak Teknis

Dugaan awal mengarah pada masalah tekanan kabin (pressurization) atau sistem oksigen. Penurunan cepat ke ketinggian 9.000 kaki adalah prosedur standar yang diikuti pilot jika kabin kehilangan tekanan untuk memastikan penumpang mendapatkan oksigen yang cukup. Investigasi lebih lanjut oleh tim teknis British Airways dan Air Accidents Investigation Branch (AAIB) Inggris kini tengah berlangsung untuk mengungkap akar masalah.

Data dari pelacak penerbangan seperti FlightRadar24 menunjukkan grafik vertikal yang nyaris tegak saat pesawat jatuh dari 36.000 ke 9.000 kaki. Setelah itu, pesawat terbang datar pada ketinggian 9.000-10.000 kaki selama beberapa jam, mengikuti pola putaran khas untuk membakar bahan bakar, sebelum akhirnya sedikit naik saat mendekati Heathrow untuk pendaratan. Seluruh penumpang dilaporkan selamat dan telah ditangani oleh staf darat British Airways, dengan jadwal penerbangan ulang yang diatur.

Respons Media dan Armada Tua

Insiden ini dengan cepat menjadi berita utama di media internasional pada 6 Oktober 2026, termasuk The Scottish Sun, Sky News, NY Post, dan Daily Mail. Banyak penumpang membagikan pengalaman mereka di media sosial X (sebelumnya Twitter). Salah satu penumpang berkomentar, “Kami disuruh memakai masker, pesawat turun sangat cepat, tapi kru sangat profesional.”

Kejadian ini juga kembali menyoroti usia armada British Airways, khususnya pesawat Boeing 777. Ini adalah insiden kedua yang melibatkan Boeing 777 berusia tua milik BA dalam dua minggu terakhir. Banyak pihak mempertanyakan kondisi pesawat berumur 25-30 tahun yang masih dioperasikan, di tengah menunggu perbaikan A380 dan kedatangan Boeing 787 Dreamliner baru.

Sebagai informasi, ‘Squawk 7700’ adalah kode transponder darurat umum yang digunakan pilot untuk memberi tahu ATC bahwa mereka menghadapi situasi darurat dan membutuhkan prioritas pendaratan serta bantuan. Kode ini bukan berarti pesawat akan jatuh, melainkan sebuah protokol standar untuk memastikan respons cepat dari ATC, termasuk pengosongan jalur penerbangan.

Meskipun insiden serius ini, British Airways menegaskan bahwa penerbangan BA295 pada 6 Oktober 2026 tetap beroperasi dengan menggunakan pesawat pengganti. Tidak ada pembatalan rute London-Chicago yang terjadi.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda