JAKARTA — Maung Garuda buatan PT Pindad mulai dipakai sebagai mobil dinas sejumlah menteri koordinator dan pimpinan lembaga pada 5 Oktober 2026. Kendaraan berwarna putih itu terlihat di Mabes TNI saat rangkaian upacara HUT ke-81 TNI, lalu berada di Kompleks Istana Kepresidenan.
Pemakaian kendaraan buatan dalam negeri ini belum berlaku untuk seluruh anggota kabinet. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sekitar 18 unit disiapkan bagi kepala lembaga dan para menko, meski ia menyampaikan angka itu dengan catatan, “kalau nggak salah.”
Peralihan mobil dinas ini membawa produk Pindad ke ruang kerja para pejabat tinggi. Bagi industri kendaraan nasional, penggunaan tersebut menjadi panggung nyata untuk menunjukkan produk premium yang dirancang untuk kebutuhan resmi negara.
Maung Garuda untuk menko dan kepala lembaga
Sejumlah unit Maung Garuda tampak memasuki area parkir Mabes TNI pada Senin pagi. Mobil-mobil itu mengantar para menko yang menghadiri kegiatan dalam rangka HUT ke-81 TNI. Sore harinya, kendaraan dengan tulisan timbul “Garuda” terlihat di area parkir Kompleks Istana Kepresidenan.
Airlangga mengonfirmasi dirinya dan beberapa kolega mulai menggunakan kendaraan dinas baru itu pada hari yang sama. Namun, keterangan mengenai jumlah unit belum menjadi angka pasti. Ia menyebut 18 unit, sekaligus menegaskan fasilitas tersebut diperuntukkan bagi kepala lembaga dan para menko.
Laporan JPNN turut menyebut Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar sebagai salah satu pejabat yang menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine. Muhaimin menyatakan kebanggaannya terhadap produk nasional dan menilai kendaraan itu mencerminkan kemampuan industri Indonesia menghasilkan produk bernilai tinggi.
Penggunaan Maung oleh pejabat memberi visibilitas langsung kepada produk buatan Pindad. Namun, dampaknya bagi industri tidak berhenti pada citra: respons pengguna, kenyamanan, fitur, serta kemampuan kendaraan menjalankan tugas harian ikut membentuk penilaian terhadap produk lokal di kelas premium.
Fitur dan kenyamanan jadi perhatian
Menurut Airlangga, tampilan dan fitur Maung Garuda untuk para menteri kurang lebih serupa dengan Maung MV3 Garuda Limousine. Perbedaan yang ia soroti, unit yang digunakan para pejabat tidak langsung dilengkapi sunroof seperti mobil kepresidenan.
Airlangga memuji interior dan teknologi kabin, termasuk konektivitas Bluetooth serta layar sentuh. Ia juga menilai kendaraan itu nyaman dan dapat digunakan di berbagai medan. Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, menyampaikan kesan positif setelah menjajal mobil tersebut.
“Bagus (mobilnya) cinta NKRI. Nyaman. Fasilitas yang dikasih negara, pasti nyaman,” kata Bahlil. Ia juga menilai Maung kompetitif dan mengajak masyarakat mendukung produk dalam negeri.
Airlangga membandingkan posisi Maung dengan kendaraan premium asal Korea Selatan. “Ini premium karena ini kan setara dengan SsangYong dari Korea,” ujarnya. Penilaian itu merupakan pandangan Airlangga, bukan data perbandingan harga atau hasil pengujian yang disampaikan dalam bahan sumber.
Dalam laporan CNBC Indonesia, Airlangga juga menyinggung kenyamanan kursi yang dapat disetel dan kabin yang terasa dingin. Ia mengatakan suara dari ban dan klakson kendaraan lain masih terdengar. Soal konsumsi bahan bakar, ia belum menyampaikan hasil karena kendaraan itu masih dicoba.
Perbedaan pengalaman dan spesifikasi yang disampaikan media perlu dibaca sesuai konteks kendaraan yang dibahas. Bahan Republika menyebut unit para menteri tidak memakai sunroof, sementara laporan CNBC Indonesia memuat keterangan Airlangga bahwa ia belum mengalami hujan saat menggunakan mobilnya. Airlangga juga mengatakan kendaraannya berbeda dari unit presiden.
Perhatian berikutnya tertuju pada pengalaman pemakaian sehari-hari. Airlangga menyebut uji konsumsi bahan bakar masih berlangsung, sehingga belum ada hasil yang ia sampaikan kepada wartawan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.