Rabu, 7 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Haji Isam Tambah Serok Saham Bayan (BYAN), Kuasai Lebih dari 10 Miliar Lembar

Haji Isam Tambah Serok Saham Bayan (BYAN), Kuasai Lebih dari 10 Miliar Lembar
Haji Isam Tambah Serok Saham Bayan (BYAN), Kuasai Lebih dari 10 Miliar Lembar

JAKARTA — Saham Bayan yang akan dibeli PT Jhonlin Baratama bertambah 84.087.870 lembar, menjadi 10.084.088.370 saham. Perubahan perjanjian itu membuka jalan bagi pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam untuk menguasai lebih dari 10 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), jika transaksi selesai dan seluruh syarat pendahuluan terpenuhi.

Manajemen BYAN mengungkapkan perubahan jumlah saham dalam keterbukaan informasi pada Selasa (6/10). Perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBS) yang diperbarui ditandatangani Dato’ Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan PT Jhonlin Baratama pada 1 Oktober 2026. Nilai transaksi maupun harga per saham belum diumumkan.

Jumlah saham BYAN yang dialihkan bertambah

Dalam perjanjian sebelumnya, jumlah saham yang akan dialihkan tercatat 10.000.000.500 lembar. Setelah perubahan, jumlahnya menjadi 10.084.088.370 lembar. Selisih kedua angka itu mencapai 84.087.870 saham.

Manajemen menyebut kepemilikan tersebut baru beralih setelah transaksi rampung dan semua persyaratan pendahuluan terpenuhi. Jadi, tambahan jumlah dalam PJBS belum berarti Jhonlin Baratama sudah tercatat sebagai pemegang saham BYAN.

Laporan bulanan registrasi pemegang efek BYAN per akhir September 2026 yang disampaikan ke bursa pada 5 Oktober juga belum mencantumkan nama Haji Isam maupun PT Jhonlin Baratama. CNBC Indonesia melaporkan daftar pemegang saham di atas 5% belum berubah dibandingkan bulan sebelumnya. Data itu menunjukkan transaksi belum tercermin dalam daftar pemegang saham pada periode pelaporan tersebut.

Angka dalam perubahan perjanjian konsisten dengan laporan Detik Finance, yang juga menyebut jumlah saham naik dari 10.000.000.500 menjadi 10.084.088.370 lembar. Perbedaan konteksnya ada pada waktu pencatatan: perjanjian sudah diperbarui, sementara daftar pemegang saham akhir September belum memasukkan calon pembeli.

Harga transaksi belum diungkap

Besarnya porsi saham yang disiapkan untuk dialihkan membuat nilai transaksi menjadi perhatian. Namun, manajemen BYAN belum menjelaskan harga yang disepakati. Karena itu, jumlah lembar saham yang bertambah belum cukup untuk memastikan nilai pembelian.

Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa pihak Haji Isam disebut bernegosiasi untuk membeli 62% saham BYAN dengan penawaran sekitar US$ 3 miliar atau Rp 52,65 triliun, memakai asumsi kurs Rp 17.550 per dolar AS.

Laporan itu mengutip sumber yang mengatakan pembayaran berpeluang dilakukan bertahap dan nilai tersebut akan mencerminkan diskon sekitar 80% dari level pasar saat itu. Informasi tersebut berasal dari laporan negosiasi, bukan konfirmasi harga dalam perubahan PJBS.

Bahan sumber juga memuat kabar sebelumnya bahwa Haji Isam akan mengambil 30% atau sekitar 10 miliar lembar saham. Angka itu berbeda dari laporan Bloomberg tentang negosiasi 62%. Manajemen BYAN, dalam informasi yang tersedia, belum mengonfirmasi persentase maupun nilai transaksi final; angka yang dinyatakan dalam perubahan PJBS adalah jumlah 10.084.088.370 saham.

Bagi investor, pembedaan antara kesepakatan yang dilaporkan dan kepemilikan yang sudah tercatat penting. Perubahan kontrak menunjukkan skala saham yang direncanakan untuk dialihkan, tetapi belum memastikan harga, penyelesaian transaksi, atau perubahan kendali yang sudah berlaku. Sampai seluruh syarat terpenuhi, susunan pemegang saham yang dilaporkan tetap menjadi rujukan kepemilikan tercatat.

Belum ada rencana perubahan pengurus

Manajemen Bayan menyatakan belum berencana mengubah susunan direksi dan dewan komisaris setelah transaksi. Perseroan juga belum menerima permintaan pemegang saham utama untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham terkait perubahan pengurus.

Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan tentang strategi perusahaan setelah transaksi, termasuk rencana menjaga dan mengembangkan bisnis utama, produksi dan kapasitas operasional setelah persetujuan RKAB, belanja modal, investasi, ekspansi, diversifikasi, kerja sama strategis, serta potensi sinergi dengan Jhonlin Baratama dan kelompok usahanya.

BYAN belum memberikan komentar atas pertanyaan itu. Menurut manajemen, transaksi belum selesai dan perseroan tidak terlibat dalam proses negosiasi, sehingga belum ada pembahasan dengan Jhonlin Baratama mengenai rencana bisnis pascatransaksi.

Keterangan perusahaan juga menegaskan negosiasi dilakukan para penjual dan tidak melibatkan perseroan, direksi, maupun komisaris, kecuali Dato’ Low Tuck Kwong.

Dengan demikian, arah operasional Bayan setelah perubahan pemegang saham belum dijelaskan. Pernyataan manajemen yang tersedia masih berfokus pada status perjanjian dan menunggu penyelesaian transaksi.

“Pembahasan dan negosiasi transaksi dilakukan oleh para penjual dan tidak melibatkan Perseroan, Direksi dan Komisaris Perseroan selain Dato’ Low Tuck Kwong,” ucap manajemen BYAN.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair