PALEMBANG, JOURNALARTA.COM – Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar di Palembang pada Rabu, 7 Oktober 2026, dipastikan tetap tidak mengalami perubahan. Pemerintah menahan harga Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter, meskipun fluktuasi harga minyak dunia berada di kisaran $99 hingga $114 per barel.
Keputusan ini berlaku untuk seluruh wilayah Sumatera Selatan, termasuk Palembang, dan sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi dari Pertamina dan penyedia swasta menunjukkan adanya variasi, bahkan kenaikan signifikan pada jenis tertentu.
Rincian Harga BBM Pertamina di Palembang
Berikut adalah daftar lengkap harga BBM Pertamina yang berlaku di Palembang dan Sumatera Selatan per 7 Oktober 2026:
| Jenis BBM | RON/CN | Harga Palembang & Sumsel | Harga Jawa (Jakarta) | Status |
|---|---|---|---|---|
| Biosolar Subsidi | CN 48 | Rp6.800/liter | Rp6.800 | TETAP Subsidi – APBN |
| Pertalite | RON 90 | Rp10.000/liter | Rp10.000 | TETAP Subsidi – Sampai Des 2026 |
| Pertamax | RON 92 | Rp16.300/liter | Rp15.950 | Tetap sejak 1 Sept |
| Pertamax Green 95 | RON 95 | Rp19.150/liter | Rp19.150 | Tetap sejak 2 Sept |
| Pertamax Turbo | RON 98 | Rp20.000/liter | Rp19.600 | Tetap |
| Dexlite | CN 51 | Rp24.200/liter | Rp23.700 | Tetap |
| Pertamina Dex | CN 53 | Rp25.750/liter | Rp25.300 | Termahal Pertamina |
Perbedaan harga Pertamax antara Palembang (Rp16.300) dan Jawa (Rp15.950) sebesar Rp350 per liter disebabkan oleh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) Sumatera Selatan yang sebesar 7,5%. Ini merupakan perbedaan pajak antar provinsi dan bukan karena mark-up harga dasar.
Kenaikan Harga BBM Swasta
Berbeda dengan Pertamina, sejumlah penyedia BBM swasta justru melakukan penyesuaian harga yang signifikan. Vivo Revvo 95 atau BP Ultimate mengalami kenaikan drastis sebesar Rp2.570 per liter, mencapai Rp19.330 per liter.
| Brand | Jenis | Harga 7 Okt 2026 | Harga Awal Okt | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| Vivo Revvo 92 / BP 92 | RON 92 | Rp16.130 | Rp16.130 | Stabil – impor |
| Vivo Revvo 95 / BP Ultimate | RON 95 | Rp19.330 | Rp16.760 | NAIK Rp2.570/liter |
| Shell V-Power Diesel / BP Diesel / Vivo Diesel | CN 53 | Rp25.420 | Rp25.420 | Kompak |
| Shell Super / V-Power Bensin | RON 92-98 | Kosong | – | Belum tersedia di SPBU Indo sejak 26 Sept |
Beberapa jenis BBM Shell, seperti Shell Super dan V-Power Bensin, bahkan belum tersedia di SPBU Indonesia sejak 26 September, sementara Shell hanya menjual diesel.
Stabilitas Harga Subsidi Hingga Akhir Tahun
Pemerintah telah memastikan bahwa harga BBM subsidi, yakni Pertalite dan Biosolar, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Subsidi energi yang digelontorkan APBN telah mencapai Rp331,4 Triliun hingga 31 Agustus 2026. Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menahan laju inflasi dan menjaga agar beban masyarakat tidak bertambah di tengah ketidakpastian harga komoditas global.
Analisis Minyak Dunia dan Potensi Kenaikan Nonsubsidi
Meskipun harga BBM subsidi ditahan, dinamika harga minyak mentah dunia tetap menjadi perhatian. Harga Brent sempat menyentuh $114,89 per barel pada 3 Oktober dan saat ini berkisar $100-$102 per barel. Kurs rupiah juga menunjukkan pelemahan di angka Rp17.900 terhadap dolar AS.
Berdasarkan formula Keputusan Menteri ESDM 245/2024, Pertamax seharusnya berpotensi naik jika harga Brent bertahan di atas $95 dan kurs melemah. Dengan kondisi saat ini, estimasi kenaikan untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax adalah Rp400-Rp600 per liter.
Namun, untuk bulan Oktober ini, pemerintah memilih untuk menahan harga. Evaluasi lebih lanjut diprediksi akan dilakukan pada 1 November 2026, dengan mempertimbangkan berbagai faktor termasuk stok minyak Amerika Serikat.
Bagi warga Palembang, kebijakan harga BBM subsidi yang stabil ini memberikan kepastian. Untuk kendaraan seperti motor injeksi 110cc, Pertalite masih menjadi pilihan ekonomis dengan kuota 20 liter per hari melalui MyPertamina. Sementara mobil LCGC atau Avanza juga masih dapat menggunakan Pertalite. Alternatif BBM yang lebih berkualitas seperti Pertamax Green 95, sudah tersedia di beberapa SPBU, termasuk di area Jakabaring.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.