ST. PAUL, MINNESOTA, JOURNALARTA.COM – Tim Nasional Amerika Serikat (USMNT) berhasil menutup jendela internasional FIFA Oktober 2026 dengan sempurna, meraih kemenangan tipis 1-0 atas rivalnya, Kanada, dalam laga persahabatan yang berlangsung di Allianz Field, St. Paul, Minnesota, pada Rabu, 7 Oktober 2026 pagi WIB. Gol tunggal dicetak oleh wonderkid Justin Ellis pada menit ke-29, memastikan rentetan empat kemenangan beruntun bagi skuad asuhan Mauricio Pochettino.
Pertandingan yang digelar di kandang Minnesota United ini menjadi panggung bagi Ellis, penyerang muda berusia 19 tahun, yang mencetak gol keduanya dalam tiga penampilan internasionalnya. Gol tersebut lahir dari umpan silang rendah Alex Freeman, bek kanan Orlando City, yang berhasil disambar Ellis tanpa terkawal. Kiper Kanada, Dayne St Clair, sempat melakukan protes keras atas dugaan offside, namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Drama Cedera dan Gol Ellis
Momen penting terjadi pada menit ke-22 ketika gelandang Kanada, Stephane Eustaquio, secara tak sengaja menginjak pergelangan kaki kanan Ellis dengan kecepatan penuh. Ellis sempat tergeletak kesakitan dan harus mendapat perawatan. Meski terlihat pincang parah dan sempat ada kekhawatiran ia akan ditarik keluar, Ellis menunjukkan determinasi dengan memaksa untuk terus bermain.
Hanya tujuh menit berselang dari insiden tersebut, Ellis membayar lunas kepercayaan tim. Alex Freeman, yang tampil menawan, melakukan kombinasi satu-dua dengan Malik Tillman di sayap kanan. Freeman kemudian menusuk ke dalam kotak penalti dan mengirim umpan silang rendah ke tiang jauh. Ellis, yang tetap onside, melompat menyambut bola dan mengarahkannya ke gawang yang tak mampu dijangkau St Clair. Ini menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran bagi Amerika Serikat di pertandingan ini.
Babak kedua menyaksikan dominasi Kanada yang terus menekan pertahanan Amerika Serikat. Kiper debutan USMNT, Brian Schwake dari Nashville SC, tampil gemilang dengan melakukan tiga penyelamatan krusial, termasuk menepis tembakan keras Luc de Fougerolles ke mistar gawang pada menit ke-63. Performa Schwake memastikan clean sheet bagi timnya.
Kanada sendiri harus kehilangan kaptennya, Stephen Eustaquio, yang mengalami cedera tulang selangka (collarbone) setelah tabrakan bahu. Ia digantikan oleh Mathieu Choiniere di awal babak kedua dan kemudian dilarikan ke rumah sakit, dipastikan absen dalam waktu lama. Meskipun Kanada menguasai bola lebih dari 55% dan mendapat 30 set-piece, mereka gagal mengonversinya menjadi gol. Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengakui timnya kurang klinis di sepertiga akhir lapangan.
Susunan Pemain dan Reaksi Pelatih
Amerika Serikat bermain dengan formasi 4-3-3 di bawah asuhan Mauricio Pochettino. Brian Schwake; George Campbell, Chris Richards (Kapten), Auston Trusty, Alex Freeman; Yunus Musah, Brooklyn Raines (Tyler Adams 61′), Malik Tillman (Noel Pierre 72′); Gio Reyna (Sebastian Berhalter 46′), Justin Ellis (Jaden Hall 46′), Mathis Albert (Cole Campbell 61′) menjadi starting XI. Pergantian masif dilakukan di babak kedua, termasuk debut bagi Mathis Albert, Brooklyn Raines, dan George Campbell.
Di sisi Kanada, Jesse Marsch menurunkan Dayne St Clair; Richie Laryea, Luc de Fougerolles, Joel Waterman, Sam Adekugbe; Stephen Eustaquio (Mathieu Choiniere 46′), Ismael Kone; Jacob Shaffelburg (P. David 72′), Jonathan David, Tajon Buchanan; Tani Oluwaseyi (Daniel Jebbison 65′).
Pelatih USMNT, Mauricio Pochettino, menyambut hasil ini dengan positif. “Saya pikir ini sempurna, kamp pelatihan kami. Hasilnya sudah ada. Jika kami mempertahankan mentalitas ini, segalanya mungkin,” ujarnya, mengacu pada filosofinya yang banyak merotasi pemain, termasuk 13 debutan dan tujuh pencetak gol remaja dalam jendela internasional ini. Ini adalah bagian dari upaya ‘reset’ besar pasca tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang mereka gelar di kandang sendiri.
Sementara itu, pelatih Kanada Jesse Marsch mengakui kendala timnya. “Amerika Serikat di babak kedua kesulitan bahkan untuk keluar dari separuh lapangan mereka sendiri. Kami menguasai banyak hal… Kami tidak bisa hanya terlihat seperti sekelompok pekerja keras yang tidak bisa menyatukan permainan. Kami tidak decisif,” kata Marsch, menyoroti kurangnya efektivitas timnya.
Langkah Selanjutnya
Dengan kemenangan atas Kanada, USMNT memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi empat laga beruntun dalam jendela internasional ini, setelah sebelumnya menaklukkan Peru (4-1), Chile (4-2), dan Meksiko (3-0). Selanjutnya, Amerika Serikat akan bersiap menghadapi Haiti di babak perempat final Concacaf Nations League pada November 2026 dalam pertandingan dua leg.
Kanada sendiri mengakhiri jendela internasional ini dan akan bertemu Guatemala di perempat final Nations League. Meskipun ranking FIFA mereka telah naik signifikan dari 122 pada 2017 menjadi 26, tantangan berikutnya diprediksi akan semakin berat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.