Biaya langganan AI tampak sederhana, tetapi jumlah penggunaan yang diperoleh pelanggan bisa berbeda jauh. Perusahaan riset SemiAnalysis menilai langganan Claude menawarkan nilai setara sekitar lima kali nilai langganan OpenAI untuk model kelas menengah yang dibandingkan.
Penilaian itu muncul setelah OpenAI mengubah paket berlangganan seharga 200 dolar AS per bulan. Dalam laporan yang dikutip The Register, SemiAnalysis membandingkan nilai paket sejumlah perusahaan AI dengan menghitung perkiraan nilai penggunaan berdasarkan harga API.
Langganan Claude dan perbandingan nilai API
SemiAnalysis membandingkan GPT-6.1 Sol dan Claude Opus 5.5. Perusahaan riset itu menghitung laju keluaran token, memperkirakan jumlah token yang dapat digunakan dalam jendela lima jam dan sebulan, lalu mengubahnya menjadi nilai setara API.
“Anthropic is an overwhelmingly better deal, offering ~5x the API-equivalent value across the board,” tulis SemiAnalysis. Artinya, menurut hitungan mereka, paket Anthropic memberikan nilai setara API sekitar lima kali lebih besar.
Perbandingan itu tidak sepenuhnya setara dari sisi biaya model. SemiAnalysis mengakui GPT-6.1 Sol lebih murah per token dibandingkan Opus 5.5. Namun, perusahaan riset tersebut menyatakan selisih nilai masih besar ketika perbandingan dilakukan berdasarkan jumlah token.
OpenAI belum segera menanggapi permintaan komentar, menurut laporan The Register. SemiAnalysis juga menilai hitungan nilai setara API sebagai salah satu cara untuk membaca manfaat langganan, bukan satu-satunya ukuran yang mungkin relevan.
Jumlah token bukan ukuran untuk semua pekerjaan
Dalam perbandingan paket berharga 20 dolar AS per bulan, SemiAnalysis menghitung Claude Pro menyediakan 2,9 miliar token per bulan. ChatGPT dengan harga 20 dolar AS per bulan menyediakan 1 miliar token, menurut perusahaan riset itu.
Angka tersebut belum tentu menggambarkan hasil kerja yang sama. Model bisa memakai jumlah token berbeda untuk menyelesaikan tugas serupa. Untuk pekerjaan seperti menulis kode, misalnya, dua model dapat menghasilkan keluaran dengan fungsi serupa, tetapi berbeda dalam efisiensi penggunaan token.
Ada pula cara ukur lain. Artificial Analysis melacak perkiraan biaya untuk menyelesaikan tugas tertentu. Dengan ukuran biaya per tugas tersebut, GPT-6.1 Sol tercatat seharga 0,72 dolar AS, sedangkan Claude Opus 5.5 mencapai 5,98 dolar AS bagi pengguna yang membayar tarif API.
Perbandingan itu mengingatkan bahwa model yang lebih murah untuk satu tugas belum tentu paling hemat untuk pekerjaan lain. Hasil tolok ukur juga belum tentu mencerminkan kebutuhan kerja setiap pengguna atau perusahaan.
Subsidi menarik bagi pelanggan, tetapi biaya bisnis berbeda
Langganan AI umumnya disubsidi. Pelanggan bisa memperoleh penggunaan lebih banyak dibandingkan jika mereka membayar tarif API berdasarkan pemakaian. Menurut SemiAnalysis, pelanggan berlangganan Claude memakai sekitar 42 persen komputasi inferensi Anthropic, tetapi menyumbang hanya 10 persen pendapatan perusahaan.
Selisih itu penting bagi perusahaan yang sedang menghitung biaya AI. Paket murah dapat membantu individu dan usaha kecil mencoba layanan, tetapi perusahaan dengan banyak karyawan tidak selalu dapat mengandalkan paket bersubsidi ketika pemakaian bertambah.
Dampaknya terasa pada anggaran operasional: semakin banyak pekerjaan dialihkan ke AI, semakin sulit perusahaan memperkirakan tagihan token hanya dari biaya langganan yang terlihat. Laporan McKinsey pada Juli menyebut 93 persen perusahaan melampaui anggaran AI mereka.
Dhruv Amin, salah satu pendiri perusahaan agen AI Skydive, mengatakan kepada The Register bahwa biaya AI perusahaan meningkat seiring pemakaian meluas. Menurutnya, perusahaan mulai melihat tagihan token membengkak ketika AI makin mampu menangani sejumlah masalah bisnis dan penggunaannya diterapkan lebih luas.
“The labs typically subsidize their prosumer plans with subscription pricing massively,” kata Amin. Ia menilai paket bersubsidi membantu pengguna mengenal perangkat AI, sebelum membawa pemakaiannya ke tempat kerja.
Perusahaan mulai mencari model yang lebih hemat
Amin mengatakan perusahaan besar menghadapi dua kendala: jumlah pegawai dapat melampaui kapasitas paket bersubsidi, sementara biaya pemakaian meningkat saat layanan digunakan dalam skala besar. Salah satu pendekatan yang ia gambarkan ialah memindahkan pekerjaan dari model terdepan ke model sumber terbuka yang dapat dikendalikan perusahaan.
Ia menyebut perusahaannya menurunkan biaya AI lebih dari 75 persen setelah memindahkan pemakaian ke Skydive Glide, sebuah pengarah model yang mencari model sumber terbuka setara untuk beban kerja tertentu tanpa penurunan kualitas, menurut Amin. Ia mengatakan sebagian pekerjaan mereka kini berjalan di GLM-5.3 Flash.
Strategi itu bergantung pada evaluasi yang sesuai dengan pekerjaan nyata perusahaan. Amin mengatakan perusahaan yang cakap mengelola biaya AI menguji model baru menggunakan tolok ukur yang mencerminkan beban kerja mereka, lalu memeriksa apakah hasilnya tetap konsisten.
Ke depan, Amin memperkirakan perusahaan akan semakin mempercayakan evaluasi tersebut kepada penyedia layanan. Ia menjelaskan bahwa data penggunaan agen dalam produksi dapat dipakai untuk menyusun kumpulan evaluasi secara langsung.
Bagi pelanggan, perbandingan harga langganan tetap berguna sebagai titik awal, tetapi keputusan penggunaan skala besar akan bergantung pada biaya tugas dan hasil yang benar-benar dibutuhkan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.