Rabu, 7 Oktober 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Oknum Pegawai Rutan Depok Dibayar Rp1 Juta Antar Sabu per Paket

Pesta narkoba Rutan Depok dan paket sabu yang diselidiki polisi
Polisi menelusuri dugaan jalur masuk paket sabu ke Rutan Depok. (Ilustrasi: AI)

DEPOK — Video narapidana berjoget dalam pesta yang diduga melibatkan narkoba membuka jalur masuk sabu ke Rutan Depok. Polisi menyebut seorang pegawai berinisial S menerima Rp1 juta untuk setiap paket yang dibawanya ke dalam rutan.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Depok Komisaris Polisi Sutirto mengungkap bayaran itu pada Rabu (7/10/26). Pemeriksaan polisi menunjukkan paket sabu dikirim dari luar menggunakan jasa ojek online, lalu diambil S sebelum sampai ke tangan narapidana.

Polisi telusuri jalur sabu di Rutan Depok

Kasus ini berawal ketika polisi memeriksa dua narapidana berinisial AA dan SW. Keduanya mengakui menggunakan narkotika di dalam rutan. Dari keterangan mereka, penyidik menelusuri asal sabu yang dipakai.

Menurut Sutirto, kedua narapidana menyebut seseorang berinisial R sebagai sumber barang tersebut. R diduga mengirim paket ke rutan melalui layanan ojek online, tetapi identitas pengemudi yang mengantarkan paket itu belum diketahui.

“Membelinya dari R. Lanjut R ini mengirim via Gojek ke rutan dan Gojek itu tidak diketahui siapa,” kata Sutirto kepada wartawan.

Paket itu tidak langsung diterima para napi. S disebut mengambil kiriman di sekitar rutan, kemudian membawanya masuk. Polisi menyatakan pola pengantaran itu telah terjadi beberapa kali, bukan hanya sekali.

“Bekerja sama dengan oknum rutan yang berinisial S, maka S ini mengambilnya, lanjut diantarkan ke dalam rutan,” ujar Sutirto.

Oknum pegawai akui menerima bayaran

Polisi telah meminta keterangan S. Dalam pemeriksaan, pegawai rutan itu disebut mengakui perbuatannya. Sutirto menyampaikan, setiap paket yang diantarkan bernilai Rp1 juta.

“Per-item mengantarkan nilainya Rp 1 juta,” ucap Sutirto.

Pengakuan S menjadi bagian penting dalam penelusuran polisi karena menghubungkan pengiriman dari luar dengan masuknya sabu ke dalam rutan. Sementara itu, identitas pengemudi ojek online yang membawa paket menuju rutan masih belum diketahui berdasarkan keterangan yang disampaikan polisi.

Video sejumlah pria berjoget di sebuah ruangan sambil diduga mengonsumsi narkoba sebelumnya ramai diperbincangkan. Rekaman itu sempat disebut terjadi di Lapas Depok, tetapi lokasi yang diberitakan berada di Rutan Depok. Polisi kemudian mengusut penggunaan narkotika oleh para narapidana dan jalur masuk barang tersebut.

Kasus ini berdampak langsung pada keamanan penghuni dan pengawasan di dalam rutan: paket yang dikirim dari luar diduga dapat melewati batas fasilitas dengan bantuan orang dalam.

Bagi keluarga warga binaan dan masyarakat, pengungkapan jalur itu menimbulkan pertanyaan soal pemeriksaan kiriman serta pengawasan petugas. Namun, bahan keterangan yang disampaikan polisi belum merinci langkah pengamanan baru yang akan diterapkan.

Penyidik masih memiliki pekerjaan untuk menelusuri pengirim, pengemudi ojek online, dan rangkaian pengantaran yang disebut terjadi berulang. Perkembangan berikutnya bergantung pada hasil pendalaman polisi terhadap keterangan S, AA, dan SW.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda