Situasi ekonomi semakin berat dengan inflasi umum mencapai 85% menurut laporan Guardian pada 6 Oktober, meskipun IMF memprediksi 69%. Inflasi makanan melonjak hingga 130%, membuat harga roti, daging, minyak, dan obat-obatan melambung tinggi. Akibatnya, banyak warga hanya mampu membeli setengah roti saja.
Perekonomian Iran juga mengalami kontraksi sebesar -10% pada kuartal pertama 2026. Defisit BBM domestik mencapai 10 juta liter per hari, memaksa pemerintah menaikkan harga bensin di atas kuota subsidi 110 liter per bulan pada September, yang memicu antrean panjang. Ketua sindikat listrik, Faghihzadeh, juga memperingatkan kemungkinan pemadaman listrik total (blackout) saat musim dingin karena defisit gas 400 juta m3 per hari dan listrik 20.000 MW pada 2025.
Beberapa jam sebelum pengunduran dirinya, Paknejad sempat berkata di TV, “Pendapatan dari minyak yang telah kita jual masih terus masuk dan itu akan terus berlanjut, insya Allah.” Komentator Zerohedge menanggapi pernyataan ini dengan sarkasme, “Ketika menteri minyak sandarkan cash flow ke ‘insya Allah’, berarti cash flow-nya memang sudah tidak ada.”
Dampak dan Sosok Pengganti
Pengunduran diri ini sempat membuat harga minyak Brent melonjak menjadi US$101,51 per barel (+0,92%) pada 7 Oktober, dipicu kekhawatiran pasar akan pembalasan Iran dengan memblokir Selat Hormuz secara total. Namun, pelepasan 100 juta barel cadangan oleh G7 dan pulihnya ekspor Timur Tengah menahan harga di kisaran US$100-102.
Sosok pengganti, Hamid Bovard, merupakan CEO NIOC yang sudah berada di bawah sanksi AS sejak Februari 2025 karena mengelola armada tanker gelap (shadow fleet) Iran. Zubiqo mengomentari penunjukan Bovard sebagai pengakuan Teheran bahwa strategi ekspor mereka kini sepenuhnya bergantung pada armada bayangan. Hal ini bukan solusi, melainkan simbol keputusasaan di tengah krisis.
Situasi ekonomi yang memburuk ini memunculkan pertanyaan tentang stabilitas rezim. Penasihat Keamanan Nasional Mohsen Rezaei pada 4 Oktober mengatakan, “Ekonomi masuk periode tersulit sepanjang sejarah.” Pernyataan itu ditambah dengan gelombang protes dari pensiunan, guru, dan perawat yang mogok kerja karena gaji tak lagi mencukupi kebutuhan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.