Rabu, 7 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Potret Manado Dikepung Kabut Asap Pekat Kebakaran Hutan

Kabut asap Manado menyelimuti jalan dan permukiman saat kemarau
Kabut asap dan debu memengaruhi kualitas udara di Manado selama musim kemarau. (Ilustrasi: AI)

MANADO — Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kualitas udara Manado menurun sejak puncak musim kemarau pada Agustus hingga akhir September 2026. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manado mendeteksi paparan asap, debu, dan polutan kendaraan di sejumlah titik kota.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Manado Leon Piri menyampaikan temuan itu di Manado, Rabu (7/10/2026). Pemantauan dilakukan dengan mengambil sampel dari kawasan industri, perkantoran, transportasi, dan permukiman.

Dampaknya terasa dekat dengan aktivitas warga: asap dan debu menambah paparan partikel di udara yang mereka hirup, sementara kendaraan bermotor ikut menyumbang polutan. DLH menyebut hasil pengukuran pada semester pertama masih berada di bawah baku mutu, tetapi kondisi itu tidak menghapus penurunan yang terdeteksi saat musim kemarau.

Kabut asap Manado dipengaruhi karhutla lintas wilayah

Leon mengatakan asap dari kebakaran membuat udara di Manado semakin pekat. “Kami mendeteksi terjadi penurunan kualitas udara di Kota Manado yang disebabkan paparan asap Karhutla, serta meningkatnya intensitas debu sepanjang musim kemarau berlangsung,” kata Leon.

Debu bertambah ketika angin kencang bertiup selama musim kemarau. Leon juga menyebut polutan yang tertinggal di udara ikut memengaruhi kualitas udara, bersama partikel dari kebakaran hutan dan lahan.

Asap yang menyelimuti Sulawesi Utara bukan hanya berasal dari kebakaran setempat. Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara, Muhammad Candra Buana, mengatakan wilayah itu menerima kabut asap kiriman atau transboundary haze dari daerah yang mengalami karhutla, termasuk Kalimantan dan Papua.

Pemantauan dinamika atmosfer dan citra satelit penginderaan jauh menunjukkan adanya pergerakan asap lintas wilayah. Analisis pola angin dan sebaran melalui citra satelit mendapati massa udara membawa partikel asap tipis dari aktivitas karhutla di Kalimantan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Partikel tersebut terbawa angin pada lapisan atmosfer menengah hingga atas menuju Sulawesi Utara. Namun, BMKG juga menyatakan karhutla yang terjadi di Sulawesi Utara ikut memengaruhi kabut asap yang muncul dalam beberapa waktu terakhir.

Pembakaran sampah ikut memperburuk udara

Di tingkat permukiman, pembakaran sampah dan pembukaan lahan dengan cara dibakar turut menambah sumber asap. DLH Manado mengingatkan bahwa kualitas udara tidak hanya dipengaruhi kebakaran besar, tetapi juga aktivitas yang menghasilkan asap dan debu di sekitar warga.

“Tentu kualitas udara akan menurun ketika ada kebakaran hutan dan lahan, ada partikel-partikel debu, polutan yang masih tertinggal di atas,” jelas Leon.

Karena sumber pencemaran datang dari beberapa arah, pemantauan DLH mencakup sampel dari berbagai jenis lokasi, bukan hanya kawasan permukiman. Pengambilan sampel dari industri, perkantoran, transportasi, dan permukiman memberi gambaran sumber polutan yang berbeda di kota.

Hasil semester pertama yang masih di bawah baku mutu menjadi catatan pembanding dari periode sebelumnya. Sementara itu, penurunan kualitas udara sejak puncak kemarau menunjukkan kondisi dapat berubah ketika asap karhutla, debu, angin, dan emisi kendaraan hadir bersamaan.

Leon menyebut DLH terus memantau kualitas udara di sejumlah titik. Pemicu yang dicatat lembaganya mencakup paparan karhutla, debu musim kemarau, polutan kendaraan, serta pembakaran sampah dan lahan oleh masyarakat.

Catatan waktunya jelas: DLH mendeteksi penurunan kualitas udara sejak Agustus hingga akhir September 2026.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 7 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online