Rabu, 7 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Proyeksi Saham Boy Thohir AADI, ADRO hingga ADMR, Bakal Tersengat Santa Rally?

Proyeksi Saham Boy Thohir AADI, ADRO hingga ADMR, Bakal Tersengat Santa Rally?
Proyeksi Saham Boy Thohir AADI, ADRO hingga ADMR, Bakal Tersengat Santa Rally?

Hasil keuangan semester pertama tahun ini memberi gambaran tentang kinerja ketiga emiten. AADI mencatat laba bersih US$ 473,76 juta atau setara Rp 8,47 triliun, naik 10,51% dari US$ 428,68 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan AADI meningkat menjadi US$ 2,54 miliar dari US$ 2,39 miliar.

Penjualan batu bara kepada pihak ketiga menyumbang US$ 2,22 miliar, naik tipis dari US$ 2,20 miliar secara tahunan. Namun, komposisi penjualannya berbeda: ekspor tercatat US$ 1,82 miliar, turun sekitar 2,03% dari US$ 1,86 miliar, sedangkan penjualan domestik naik 16,49% menjadi US$ 400,43 juta dari US$ 343,75 juta.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan pendapatan AADI berjalan bersama perubahan pada pasar penjualan. Penjualan domestik tumbuh, sementara ekspor batu bara kepada pihak ketiga melemah. Pendapatan logistik kepada pihak ketiga juga turun menjadi US$ 21,85 juta dari US$ 23,32 juta, sedangkan pendapatan lain-lain turun menjadi US$ 6,72 juta dari US$ 8,09 juta.

Laba ADRO dan ADMR ikut meningkat

ADRO membukukan laba bersih US$ 309,36 juta, naik 76,83% dari US$ 174,94 juta pada periode sebelumnya. Pendapatan perseroan meningkat menjadi US$ 999,24 juta dari US$ 857,69 juta secara tahunan.

Penjualan hasil tambang kepada pihak ketiga mencapai US$ 370,27 juta, meningkat 58,15% dari US$ 234,11 juta. Penjualan domestik menyumbang US$ 244,95 juta, sementara penjualan ekspor naik 40,42% menjadi US$ 125,32 juta. ADRO juga mencatat pendapatan US$ 210,12 juta dari penjualan hasil tambang kepada pihak berelasi.

Jasa pertambangan tetap menjadi sumber pendapatan besar bagi ADRO. Segmen itu menghasilkan US$ 397,30 juta pada semester pertama 2026, naik tipis dari US$ 393,79 juta setahun sebelumnya. Perkembangan bisnis aluminium yang menjadi katalis saham ADRO perlu dibaca bersama sumber pendapatan yang sudah berjalan ini.

ADMR membukukan laba bersih US$ 174,17 juta hingga akhir Juni 2026, naik dari US$ 140,49 juta secara tahunan. Pendapatan perseroan juga meningkat menjadi US$ 583,87 juta dari US$ 443,94 juta.

Pendorongnya antara lain kenaikan penjualan hasil tambang kepada pihak ketiga menjadi US$ 370,27 juta dari US$ 234,11 juta. Pendapatan dari pihak berelasi naik menjadi US$ 213,61 juta dari US$ 209,83 juta, terdiri atas penjualan hasil tambang US$ 211,54 juta dan jasa lainnya US$ 2,07 juta.

Elandry mengingatkan bahwa penguatan saham Grup Adaro tidak semata-mata bergantung pada Santa Rally. Ia mengaitkannya dengan kombinasi fundamental perusahaan, prospek harga komoditas, dan sentimen pasar terhadap sektor energi.

Bagi investor, target harga dan kinerja semester pertama menjadi bahan pertimbangan, sementara arah komoditas dan arus dana tetap menentukan apakah optimisme itu bertahan hingga akhir tahun.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair