Kamis, 8 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Leo Tumuka: Lima dari 20 UMKM kios binaan YPMAK layak dapat KUR

UMKM kios YPMAK di Mimika dinilai layak memperoleh KUR
Kios binaan YPMAK di Mimika menjalani evaluasi untuk memperoleh akses KUR. (Ilustrasi: AI)

TIMIKA — Akses pembiayaan dapat membuka ruang bagi kios kecil untuk memperluas usaha. Ketua Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) Leonardus Tumuka mengatakan lima dari 20 UMKM kios binaan yayasan itu layak memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR), setelah melalui evaluasi dan verifikasi.

Pernyataan itu disampaikan Tumuka di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu. Program pembinaan tersebut dijalankan YPMAK, pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Jayapura dan CV Amungsa Berjaya Gemilang.

Lima kios dinilai siap mengembangkan usaha

Tumuka menyebut lima kios yang lolos penilaian telah menunjukkan inisiatif untuk mengembangkan usahanya. Para pemilik usaha juga dinilai mampu mengatur keuangan dengan baik, sehingga layak memperoleh akses KUR.

“Dari 20, lima usaha ini sudah punya inisiatif untuk mengembangkan usahanya lagi. Mereka dapat menambah ukuran bangunannya sendiri dan mereka layak mendapatkan KUR,” ujar Tumuka.

Penilaian itu penting bagi pelaku usaha kecil yang ingin memperbesar kegiatan usahanya, tetapi perlu menjaga pengelolaan keuangan agar tetap berjalan. Kelayakan memperoleh KUR memberi lima kios tersebut peluang untuk mencari pembiayaan bagi pengembangan usaha, sementara evaluasi menjadi dasar untuk melihat kesiapan masing-masing usaha.

YPMAK juga mempertimbangkan tambahan bonus atau insentif bagi lima kios yang dinilai berhasil. Tumuka mengatakan dukungan itu diharapkan dapat dipakai untuk mengembangkan usaha lebih jauh.

“Terhadap suksesnya lima usaha itu, kami di pengurus YPMAK sudah berpikir untuk memberikan tambahan bonus atau insentif bagi mereka. Mudah-mudahan itu bisa digunakan untuk mengembangkan usaha,” ucapnya.

YPMAK memantau usaha binaan melalui mitra

Hasil evaluasi belum sama untuk seluruh peserta program. Tumuka mengatakan 15 kios lainnya berada dalam kategori tiga dan kategori dua, sementara usaha yang masuk kategori satu masih membutuhkan perhatian agar dapat diselamatkan.

Ia tidak merinci jumlah kios pada tiap kategori maupun langkah penanganan yang akan diberikan. Namun, YPMAK memastikan pemantauan terhadap seluruh usaha binaan terus berjalan melalui para mitra. Harapannya, dukungan yang diberikan bisa membantu usaha tetap beroperasi dan berkembang.

Bagi masyarakat Mimika, program semacam ini berkaitan langsung dengan kesempatan usaha lokal untuk tumbuh.

Pendampingan dan pemantauan dapat membantu pengelola mengenali kebutuhan masing-masing kios, sedangkan akses pembiayaan dan insentif berpotensi mendukung rencana pengembangan usaha yang dinilai siap.

Kebutuhan 15 kios lain pun menunjukkan bahwa pembinaan tidak berhenti pada pemberian modal; kondisi tiap usaha tetap perlu diperiksa.

YPMAK turut mengembangkan kegiatan usaha lain. Tumuka mengungkapkan usaha laundry diresmikan pada hari yang sama. Yayasan juga merencanakan pengembangan minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) serta perkebunan kopi.

Menurut Tumuka, kedua rencana itu sudah akan berjalan. Ia berharap program-program tersebut memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di Mimika.

“Kedua-duanya sudah mau jalan. Kita mau jalankan program yang bisa dinikmati banyak orang di Mimika melalui pendekatan-pendekatan yang kita lakukan,” pungkas Tumuka.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda