Kamis, 8 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Perkuat Resiliensi Pasca-Bencana, PLTS Atap di Masjid Nurul Iman Aceh Tamiang Diresmikan

PLTS Atap Masjid Nurul Iman di Kampung Babo Aceh Tamiang
Panel surya di Masjid Nurul Iman, Kampung Babo, Aceh Tamiang, dipasang melalui program wakaf energi. (Ilustrasi: AI)

ACEH TAMIANG — PLTS Atap Masjid Nurul Iman di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, diresmikan untuk menjaga pasokan listrik ketika bencana memutus jaringan utama. Kementerian Agama, Bank Indonesia, dan Konsorsium NUUR+ menyerahkan bantuan panel surya berkapasitas 7.320 Wp kepada masjid yang juga menjadi tempat evakuasi dan pengungsian warga.

Bagi warga yang menghadapi pemadaman saat banjir, sumber listrik mandiri dapat membantu masjid tetap berfungsi sebagai ruang ibadah sekaligus pusat bantuan. Sistem ini diperkirakan menghasilkan 532 kWh per bulan, menghemat biaya listrik hingga Rp768.000 per bulan, dan mengurangi emisi karbon 478 kilogram.

Penyerahan bantuan itu menyasar kawasan yang jaringan listriknya rentan terganggu bencana. Masjid Nurul Iman diharapkan tetap memiliki pasokan energi ketika listrik utama terputus, saat penerangan dan kegiatan kemanusiaan dibutuhkan warga.

PLTS Atap untuk masjid tangguh bencana

Kecamatan Bandar Pusaka termasuk wilayah yang berhadapan dengan ancaman banjir bandang dan tanah longsor. Ketika bencana datang, gangguan jaringan listrik bisa menghambat kegiatan warga dan penyaluran bantuan. Masjid kemudian memegang peran lebih luas daripada tempat ibadah: warga dapat menggunakannya sebagai pusat evakuasi, posko pengungsian, dan lokasi distribusi bantuan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menyebut pemanfaatan panel surya melalui wakaf sebagai penerapan ekoteologi dalam bentuk nyata. Ia mengatakan Kementerian Agama mendorong masjid yang ramah lingkungan, mandiri energi, dan siap menghadapi bencana.

Menurut data Sistem Informasi Masjid, ada 710.441 masjid dan musala yang terdaftar secara nasional. Kementerian Agama menargetkan 44 persen masjid dan 28 persen musala dapat bertransformasi menjadi eco-masjid yang menerapkan prinsip ramah lingkungan secara berkelanjutan.

Target itu menempatkan masjid bukan hanya sebagai pengguna energi, tetapi juga sebagai simpul kesiapsiagaan dan adaptasi bencana. Pasokan listrik mandiri di Masjid Nurul Iman dapat menopang kegiatan di lokasi yang berfungsi untuk kebutuhan warga ketika keadaan darurat mengganggu layanan sehari-hari.

Wakaf produktif dan perawatan oleh warga

Program ini dijalankan melalui Konsorsium NUUR+, yang beranggotakan Wakaf Al Azhar, MOSAIC, Enter Nusantara, dan Wakaf Salman. Dana berasal dari donasi karyawan Bank Indonesia. Enter Nusantara menjadi mitra pelaksana, termasuk mengawal pemasangan sistem dan edukasi warga.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda