JAKARTA — Investasi Rp13.000 triliun lebih dibutuhkan Indonesia untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun ke depan. Target itu berarti arus modal yang masuk perlu menopang bukan hanya ekspansi ekonomi, tetapi juga penciptaan lapangan kerja dan investasi berkualitas.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan kebutuhan tersebut di Jakarta, sebagaimana dikutip pada Kamis (8/10/2026). Target investasi itu, kata Rosan, diberikan Bappenas untuk mendukung sasaran pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.
Investasi Rp13.000 triliun jadi target lima tahun
“Lima tahun ke depan, target investasi dalam rangka kita memenuhi pertumbuhan 8 persen itu adalah Rp13.000 triliun lebih,” kata Rosan.
Besarnya kebutuhan investasi itu mencerminkan peran modal dalam mengejar sasaran pertumbuhan. Rosan menyebut kontribusi investasi terhadap perekonomian yang sebelumnya rata-rata 28 hingga 29 persen, kini mendekati 38 sampai 39 persen.
Ia juga membandingkan target baru tersebut dengan nilai investasi selama satu dekade terakhir. Menurut Rosan, nilainya kurang lebih Rp9.100 triliun dalam rentang 10 tahun.
“Untuk saat ini kontribusi dari investasi sudah mendekati 38 sampai 39 persen, jika dilihat selama 10 tahun terakhir investasi kurang lebih nilainya Rp9.100 triliun,” ujar Rosan.
Realisasi investasi meningkat, pekerjaan jadi ukuran
Data realisasi yang disampaikan Rosan menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Pada 2024, realisasi investasi tercatat kurang lebih Rp1.714 triliun. Angkanya naik menjadi Rp1.931 triliun pada 2025.
Namun, ukuran keberhasilan investasi bukan hanya besar dana yang masuk. Pemerintah juga berharap modal baru mendorong kegiatan usaha yang menyerap tenaga kerja dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Rosan menyebut investasi pada tahun lalu menciptakan lapangan pekerjaan bagi 2,4 juta orang. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas investasi, selain mengejar besaran nilai penanaman modal.
“Yang paling penting tentunya adalah bagaimana dana yang masuk itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kurang lebih lapangan pekerjaan yang tercipta pada tahun lalu 2,4 juta orang. Dan kalau kita lihat lagi, tentunya investasi yang kita masukan adalah investasi yang berkualitas,” katanya.
Dampak target investasi bagi tenaga kerja
Bagi masyarakat, kaitan paling langsung dari target investasi ini terletak pada peluang kerja. Jika dana yang masuk benar-benar mendorong kegiatan produktif, investasi dapat membuka lapangan kerja; Rosan menjadikan penciptaan pekerjaan sebagai salah satu hasil yang perlu diperhatikan, bukan sekadar nilai modal.
Target lima tahun itu juga menempatkan kualitas proyek sebagai pertimbangan penting. Angka investasi yang besar perlu berjalan seiring dengan kemampuan menciptakan pekerjaan, menurut penekanan Rosan. Dengan demikian, capaian investasi dan dampaknya bagi masyarakat menjadi dua hal yang sama-sama perlu dilihat.
Rosan mengaitkan target tersebut dengan sasaran pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029. Bappenas, menurut dia, menetapkan kebutuhan investasi lebih dari Rp13.000 triliun untuk lima tahun ke depan sebagai bagian dari upaya mencapai sasaran itu.
Tahap berikutnya adalah mengejar target investasi tersebut sambil memastikan dana yang masuk menghasilkan pekerjaan dan investasi berkualitas, sebagaimana ditekankan Rosan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.