Jumat, 9 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

AI AS-China: Selisih Model 6–9 Bulan, Siapa Unggul?

Ilustrasi persaingan AI AS-China dalam pengembangan model kecerdasan buatan
Persaingan AI AS-China mencakup kemampuan model dan penerapannya di ekonomi. (Ilustrasi: AI)

Perlombaan AI Amerika Serikat dan China bukan soal siapa yang lebih dulu membuat satu model canggih. Pakar AI Matt Sheehan mengatakan, AS diperkirakan memimpin kemampuan model terdepan sekitar enam hingga sembilan bulan, tetapi belum jelas negara mana yang lebih berhasil memakai AI untuk mendorong ekonomi dan riset.

Penilaian itu disampaikan Sheehan dalam wawancara di FP Live, program Foreign Policy, bersama Ravi Agrawal. Sheehan adalah peneliti senior di Carnegie Endowment for International Peace dan turut memimpin inisiatif AI China di lembaga tersebut. Ia pernah tinggal dan bekerja di China selama enam tahun.

Perbedaan antara kemampuan model dan penerapan AI menjadi kunci untuk memahami persaingan kedua negara. Keunggulan di laboratorium belum otomatis berarti manfaat ekonomi yang lebih besar, sementara gagasan tentang “kemenangan” jangka panjang masih diperdebatkan.

AI AS-China: unggul di model, belum tentu di ekonomi

Sheehan membedakan perlombaan AI menjadi dua ukuran. Pertama, kemampuan membangun model paling kuat dan canggih, yang kerap disebut kemampuan terdepan. Kedua, seberapa luas teknologi itu digunakan dalam perekonomian, misalnya untuk mendukung pertumbuhan, penemuan obat, atau penelitian ilmiah.

Menurut Sheehan, posisi AS lebih jelas pada ukuran pertama. Perkiraan yang ia sampaikan adalah keunggulan sekitar enam hingga sembilan bulan. Artinya, model China diperkirakan dapat menyamai kemampuan model perusahaan AS seperti Anthropic atau OpenAI dalam rentang waktu itu.

Namun, jaraknya tidak besar dan penyebab China mampu mendekat belum terjawab. Sheehan menyebut masih ada pertanyaan terbuka tentang apakah perusahaan China menyalin model AS dengan cara yang tidak sah atau berhasil mengejar melalui kekuatan riset mereka sendiri. Wawancara itu tidak menetapkan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Ukuran kedua jauh lebih sulit dipastikan. Data tentang pemanfaatan AI di ekonomi tersebar dan belum terkumpul dalam satu pangkalan data terpusat, sehingga dampaknya tidak mudah dibandingkan secara langsung. Sheehan mengatakan belum tampak bukti AI mendorong angka pertumbuhan China, sementara di AS dampak yang terlihat lebih banyak berkaitan dengan pembangunan pusat data dan kapasitas komputasi.

Bagi industri dan masyarakat, perbedaan ini penting. Model yang lebih canggih belum tentu langsung mengubah produktivitas perusahaan atau memperbaiki layanan publik. Dampak akhirnya bergantung pada seberapa luas teknologi itu diterapkan dan apakah penggunaannya menghasilkan kemajuan nyata dalam kegiatan ekonomi maupun penelitian.

Makna “menang” masih menjadi perdebatan

Dalam wawancara tersebut, Agrawal juga menanyakan apa arti kemenangan dari sudut pandang AS.

Sheehan menjelaskan bahwa sebagian perusahaan dan peneliti terkemuka AS membayangkan perkembangan AI menuju kecerdasan buatan umum atau AGI, yakni model yang dapat melakukan segala hal yang bisa dilakukan manusia.

Tahap lain yang dibicarakan adalah kecerdasan buatan super atau ASI, yang diperkirakan dapat melampaui manusia dalam hampir semua tugas.

Salah satu gagasan yang menghubungkan tahap-tahap itu adalah peningkatan diri rekursif. Dalam skenario tersebut, sebuah model yang sudah sangat mampu dapat membantu membangun model penerusnya, lalu model berikutnya melakukan hal serupa. Sheehan mengatakan pendukung pandangan ini memperkirakan laju kemajuan AI dapat meningkat tajam jika proses itu terjadi.

Dalam narasi sebagian komunitas riset AS, pihak yang mencapai kemampuan tersebut lebih dulu berpotensi mengunci keunggulan jangka panjang. Gagasan itu disebut keunggulan strategis yang menentukan: kemampuan AI dianggap dapat memberi keuntungan geopolitik yang bertahan lama. Namun, rangkaian dari model canggih menuju dominasi yang menetap masih memerlukan banyak asumsi.

Sheehan menyatakan skeptis terhadap gagasan bahwa keunggulan model dengan sendirinya membuat semua faktor lain tak lagi berarti. Ia mencontohkan perdebatan mengenai apakah kemampuan AI yang sangat kuat akan menghapus arti persenjataan nuklir atau sistem pertahanan. Menurutnya, hubungan antara kemajuan model dan keunggulan geopolitik perlu ditelaah, bukan dianggap sebagai kepastian.

Dalam percakapan itu, pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahwa jika China menang, “tidak ada hal lain yang akan berarti” dibahas sebagai cerminan pandangan tentang keunggulan strategis tersebut. Sheehan menilai gagasan itu punya daya tarik, tetapi tetap membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Penerapan AI akan menentukan dampak perlombaan

Perdebatan ini menunjukkan bahwa ukuran persaingan tidak berhenti pada siapa yang meluncurkan model terbaru. Jika AI tidak menyebar ke kegiatan ekonomi, keunggulan kemampuan model mungkin belum memberi hasil luas. Sebaliknya, penerapan yang efektif dapat terasa dalam riset ilmiah, penemuan obat, dan pertumbuhan ekonomi, meski negara itu tidak selalu memimpin setiap tolok ukur model.

Untuk Indonesia, pembeda tersebut relevan saat menilai klaim kemajuan AI dari perusahaan atau pemerintah luar negeri. Pengumuman model baru menunjukkan kemampuan teknis, tetapi belum cukup untuk membuktikan dampak pada produktivitas atau layanan.

Ukuran penerapan menuntut bukti yang lebih luas, sedangkan Sheehan menegaskan bahwa data pembanding AS dan China saat ini belum memberikan gambaran yang jelas.

Foreign Policy membingkai persaingan itu sebagai pertanyaan yang belum selesai: bukan hanya siapa yang unggul hari ini, tetapi apa yang dihitung sebagai kemenangan. Data tentang penggunaan AI di ekonomi dan perkembangan model berikutnya akan menjadi bagian penting dari jawaban yang masih dicari.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem Free Fire (FF) Hari Ini 9 Oktober 2026: Klaim Diamond & Skin Gratis