Itulah taruhan di balik pembelian Cramer. Ia mengantisipasi saham dapat bergerak naik jika harga minyak kembali turun, serta ingin memiliki saham sebelum musim pengiriman liburan yang penting bagi bisnis perusahaan. CNBC Investing Club juga menyatakan keyakinan bahwa FedEx akan mengungguli pesaing utamanya, UPS. Itu merupakan pandangan klub investasi tersebut, bukan kepastian hasil bisnis.
Dampaknya bagi investor lebih luas: perubahan biaya energi dapat memengaruhi perusahaan logistik sekaligus harga layanan yang dibayar pengirim barang.
Jika bahan bakar mahal bertahan, FedEx mungkin meneruskan sebagian biaya melalui surcharge, tetapi kenaikan ongkos berpotensi membuat sebagian pelanggan mengurangi atau menunda pengiriman.
Sebaliknya, penurunan harga minyak dapat memperbaiki sentimen terhadap saham sebelum perusahaan melaporkan perkembangan bisnis musimannya.
Cramer juga menyebut perkembangan geopolitik sebagai pemicu yang bisa mengubah ekspektasi energi. Investor, menurut CNBC Investing Club, akan mencermati kemungkinan berakhirnya perang di Iran dan dibukanya kembali Selat Hormuz, karena kedua perkembangan itu dapat tercermin dalam harga energi.
Dalam pertemuan pagi yang dikutip CNBC, Cramer mengatakan timnya tidak ingin memasukkan seluruh dana tunai ke pasar secepat mungkin. Mereka memilih saham secara bertahap karena gejolak masih mungkin terjadi, tetapi juga tidak ingin melewatkan perusahaan yang dinilai bagus pada harga yang masuk akal.
Pembelian FedEx ini merupakan transaksi kedua klub pada hari itu, setelah pembelian Kimberly-Clark pada Kamis pagi. CNBC juga menyatakan Charitable Trust memiliki posisi panjang di FDX. Informasi Investing Club tunduk pada ketentuan dan penafian CNBC, serta tidak menjanjikan hasil atau keuntungan tertentu.
“Kami tidak bisa menentukan waktu pasar dengan sempurna,” kata Cramer dalam penjelasan yang dikutip CNBC Investing Club.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.