Jumat, 9 Oktober 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Kasus ISPA Pekalongan Naik 13,1 Persen saat Kemarau Panjang

Kasus ISPA Pekalongan meningkat saat kemarau panjang dan debu
Debu saat kemarau panjang menjadi salah satu pemicu gangguan pernapasan yang diwaspadai Dinkes Kota Pekalongan. (Ilustrasi: AI)

PEKALONGAN — Kasus ISPA Pekalongan mencapai 2.513 pada pekan ke-38 tahun 2026, saat kemarau panjang masih berlangsung. Kenaikan ini berarti warga perlu mewaspadai debu dan memeriksakan diri jika gejala tak kunjung membaik, meski Dinas Kesehatan menyebut situasinya masih terkendali.

Dinas Kesehatan Kota Pekalongan mencatat jumlah tersebut sekitar pertengahan September. Pada periode yang sama tahun 2025, kasus tercatat sebanyak 2.222, sehingga angka tahun ini meningkat 13,1 persen.

Kepala Dinkes Kota Pekalongan Puji Winarti menyampaikan kenaikan terlihat sejak sekitar minggu ke-38. Ia mengatakan kasus pada 2026 berada di atas periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sejak sekitar minggu ke-38 atau pertengahan September, kasus tahun 2026 berada di atas tahun 2025.” Puji menyampaikan keterangan itu kepada Kompas.com melalui sambungan telepon pada Rabu (7/10/2026) sore.

Debu kemarau menjadi perhatian Dinkes

Menurut Puji, kemarau panjang yang disertai kekeringan dapat membuat debu lebih banyak. Paparan debu itu dinilai dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Cuaca panas juga mendorong sebagian warga mencari minuman dingin. Puji mengingatkan bahwa jajanan atau makanan yang dibiarkan terbuka berisiko terkena debu. Kondisi di sekitar rumah dan pilihan makanan menjadi bagian dari kewaspadaan sehari-hari selama cuaca kering.

Risikonya dekat dengan aktivitas warga. Debu yang beterbangan dapat mengganggu saluran pernapasan, sementara makanan terbuka mudah terpapar lingkungan sekitar. Karena itu, menjaga kebersihan dan memilih makanan yang tertutup menjadi langkah praktis ketika kemarau berlangsung.

Namun, kenaikan angka belum berarti rumah sakit penuh oleh pasien ISPA. Puji menegaskan kondisi Kota Pekalongan masih aman dan terkendali. Banyak pasien dapat ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, sedangkan rujukan mengikuti kondisi masing-masing pasien.

Kasus ISPA Pekalongan masih dipantau

Dinkes masih perlu memantau perkembangan kasus pada pekan-pekan berikutnya karena kemarau belum berakhir. Angka pada satu periode memberi gambaran kenaikan, tetapi belum menjadi alasan untuk menyimpulkan seluruh rumah sakit mengalami kepadatan akibat ISPA.

“Tidak semua rumah sakit penuh di Kota Pekalongan karena ISPA. Ada tipes dan sakit yang lain. Sistem rujukan kesehatan dilakukan secara berjenjang sesuai kondisi pasien,” ujar Puji.

ISPA menyerang sistem pernapasan. Gejala yang disebut Puji meliputi demam, batuk kering, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi, badan pegal-pegal, sakit kepala, hingga kelelahan. Gejala dapat berbeda pada tiap orang, sehingga warga perlu memperhatikan kondisi tubuh dan lamanya keluhan.

Jika gejala belum membaik setelah lebih dari tiga hari, Puji meminta warga memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, terutama puskesmas. Petugas akan memeriksa pasien dan memberikan obat sesuai standar. Pemeriksaan juga membantu menentukan apakah pasien cukup ditangani di layanan tingkat pertama atau memerlukan rujukan.

“Kalau lebih dari tiga hari belum sembuh, silakan datang ke pelayanan kesehatan terdekat, tentunya puskesmas. Nanti akan diperiksa dan diberikan obat-obatan sesuai standar,” tuturnya.

Pesan Dinkes bukan untuk membuat warga panik. Puji meminta masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan selama musim kemarau, sambil menunggu pemantauan kasus berikutnya. Pada pekan ke-38 tahun 2026, catatan Dinkes menunjukkan 2.513 kasus ISPA di Kota Pekalongan.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 9 Oktober 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir