SOLOK — Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam (21/9). Aliran material lumpur dan bebatuan setinggi 60-70 sentimeter menyapu kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, meninggalkan jejak kehancuran di rumah warga, kantor-kantor pemerintahan, hingga jembatan.
Hingga Selasa pukul 18.45 WIB, satu orang telah meninggal dunia. Satu orang lainnya masih dalam pencarian. Luka berat menimpa satu warga, sementara tiga orang lainnya mengalami luka ringan. Data terbaru BNPB juga mencatat 32 warga dari sembilan kepala keluarga telah mengungsi ke lokasi darurat.
Hujan Intensitas Tinggi Picu Luapan
Sekretaris BPBD Sumatera Barat Ilham Wahab menjelaskan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Solok dan sekitarnya. Aliran sungai kemudian meluap dan membawa material berbahaya.
“Lumpur setinggi 60-70 centimeter. Jalan Padang-Solok depan kantor bupati putus total,” ungkap Ilham saat dihubungi kumparan. Satu jembatan juga putus, sehingga akses Padang-Solok sempat terputus total. Material lumpur juga menutup badan Jalan Padang-Solok di depan kompleks kantor bupati.
Ilham, yang berada langsung di lokasi pada Senin malam, melaporkan kerusakan parah. “Kantor PU rusak berat, dan ada juga beberapa kantor lain. Beberapa rumah warga rusak berat,” katanya.
Ratusan Rumah dan Puluhan Kendaraan Terdampak
Data BNPB mencatat sekitar 100 unit rumah terdampak banjir bandang. Pendataan dan verifikasi dampak masih dilakukan oleh BPBD Kabupaten Solok bersama unsur terkait. Kendaraan juga menjadi korban — 21 unit mobil dan tujuh sepeda motor dilaporkan tertimbun material. Wakil Bupati Solok Candra menyebut beberapa kendaraan ditemukan tertimbun, antara lain empat truk, mobil boks ekspedisi, serta minibus.
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok mengalami kerusakan parah.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyebut sejumlah kantor pemerintahan terdampak, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Bapelitbang, hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok.
Dalam pendataan BNPB yang lebih baru, tercatat dua kantor pemerintahan rusak berat dan sembilan kantor pemerintahan rusak ringan. Satu fasilitas kesehatan juga terdampak. Peralatan kantor terbawa arus banjir. “Umumnya karena airnya. Peralatan kantor terbawa ke luar,” jelas Jon.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.