JAKARTA — Refund LRT City ditargetkan tuntas pada Desember 2026, dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memastikan proses pengembalian uang konsumen akan terus diawasi. Target itu mencakup kewajiban PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) dan menjadi tindak lanjut kesepakatan penyelesaian masalah konsumen.
Masalah proyek apartemen LRT City berdampak pada lebih dari 2.400 konsumen di Ciracas, Tebet, dan Cibubur. Proyek fisik yang mangkrak serta penundaan serah terima membuat tuntutan penyelesaian dan pengembalian dana menjadi perhatian mereka.
Andre menyampaikan pengawalan tersebut saat memantau proses penanganan persoalan konsumen pada Jumat (6/11/2026). Ia mengatakan langkahnya mengikuti arahan pimpinan DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, setelah kesepakatan pada 8 Oktober antara Komisi VI, Danantara, konsumen, Adhi Karya, dan ADCP.
Kesepakatan itu mendorong penyelesaian kasus secepatnya. Bagi konsumen yang meminta pengembalian uang, target Desember menjadi batas waktu penting, sementara nilai pembayaran masih akan dibicarakan dalam pertemuan lanjutan.
Bagaimana proses refund LRT City dilanjutkan?
ADCP dan Adhi Karya diminta melaporkan hasil kerja posko bersama kepada Danantara. Posko pengaduan itu telah berjalan sejak 16 Oktober dan menjadi tempat konsumen menyampaikan permintaan terkait penyelesaian masalah.
Andre juga menyebut pihak terkait akan meminta pendapat hukum dari Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun). Pendapat hukum itu berkaitan dengan proses pengembalian dana konsumen.
Langkah berikutnya sudah dijadwalkan. Konsumen yang mengajukan refund akan diundang ke pertemuan pada 16 November untuk membahas kesepakatan mengenai besaran pembayaran.
Angkanya belum ditetapkan. Pertemuan tersebut akan menjadi ruang negosiasi bagi konsumen dan pihak perusahaan, setelah hasil verifikasi dan permintaan yang masuk melalui posko dibahas.
Nasib konsumen menunggu hasil verifikasi
Perbedaan antara target penyelesaian dan nilai refund membuat tahapan berikutnya penting bagi konsumen. Mereka membutuhkan kejelasan mengenai hasil verifikasi, kesepakatan pembayaran, serta pelaksanaan pengembalian dana, bukan sekadar penetapan batas waktu.
Dalam keterangan pada Jumat (6/11/2026), Andre mengatakan, “Insyaallah tanggal 16 November nanti akan ada pertemuan lanjutan di mana yang refund akan diundang untuk melakukan negosiasi kesepakatan berapa angka yang akan dibayarkan.”
Ia meminta ADCP segera berkoordinasi dengan Jamdatun dan Danantara, sekaligus melaporkan hasil verifikasi serta kesepakatan dengan konsumen. Proses itu akan menentukan bagaimana komitmen pengembalian dana diterjemahkan menjadi pembayaran yang disepakati.
Taruhannya langsung bagi pembeli. Lebih dari 2.400 konsumen terdampak di tiga lokasi proyek, sementara mereka yang memilih refund masih harus menunggu pembahasan nominal dan tindak lanjut perusahaan. Karena itu, hasil pertemuan lanjutan berpotensi menentukan kejelasan proses bagi konsumen yang mengajukan pengembalian uang.
Andre menegaskan DPR akan mengawal target penyelesaian pada Desember 2026. Setelah pertemuan 16 November, perhatian berikutnya tertuju pada hasil negosiasi refund dan langkah ADCP serta Adhi Karya untuk memenuhi kesepakatan tersebut.









📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.