Minggu, 8 November 2026 WIB
HUKUM KRIMINAL

Penikaman Cikarang Selatan: Senggolan Biliar Berujung Maut

Penikaman Cikarang Selatan
Penikaman Cikarang Selatan

BEKASI — Penikaman Cikarang Selatan menewaskan seorang pemuda setelah perselisihan yang bermula dari senggolan di tempat biliar di Desa Cibatu, Kabupaten Bekasi. Korban ditikam saat pulang bersama teman-temannya setelah meninggalkan lokasi hiburan.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi pendarahan hebat akibat luka tusuk membuat nyawanya tidak tertolong. Peristiwa itu terjadi di kawasan Flyover Cibatu, Jalan Orange County Boulevard.

Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Erwin Setiawan mengatakan korban dan terduga pelaku sebelumnya berada di Majestic Billiard. Perselisihan muncul ketika keduanya hendak meninggalkan tempat itu.

Bagaimana senggolan di tempat biliar berujung penikaman?

Senggolan antara korban dan terduga pelaku memicu pertengkaran. Menurut Erwin, situasi kemudian memanas setelah terduga pelaku diduga menantang korban untuk berkelahi.

Korban memilih tidak meladeni tantangan itu. Ia melanjutkan perjalanan bersama lima temannya, tetapi kembali bertemu dengan terduga pelaku di tengah perjalanan pulang.

Pertemuan itu berakhir dengan penikaman. Korban mengalami luka tusuk dan segera dibawa untuk mendapat pertolongan medis. Namun, luka yang dideritanya menyebabkan pendarahan hebat.

Senjata disebut tersimpan di jok

Erwin menyebut senjata tajam yang digunakan dalam penikaman sudah berada di jok kendaraan terduga pelaku. Senjata itu kemudian dipakai saat cekcok kembali terjadi.

“Senjata yang dibawa pelaku sudah tersimpan di jok sehingga saat terjadi cekcok senjata itu secara spontan langsung digunakan untuk melakukan penusukan,” ujar Kompol Erwin Setiawan, Jumat (6/11/2026).

Keterangan itu menggambarkan perubahan cepat dari perselisihan di tempat hiburan menjadi kekerasan di perjalanan. Korban sempat menghindari pertengkaran awal, tetapi pertemuan kembali dengan terduga pelaku membuat konflik berujung fatal.

Dampaknya langsung terasa bagi keluarga dan teman-teman korban yang menyaksikan perjalanan pulang berubah menjadi keadaan darurat. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa cekcok singkat di ruang publik dapat berlanjut menjadi ancaman serius ketika senjata tajam dibawa dan digunakan.

Korban akhirnya meninggal setelah sempat mendapat penanganan di rumah sakit. Penjelasan Kapolsek Cikarang Selatan menempatkan senjata yang tersimpan di jok sebagai bagian penting dari kejadian penikaman tersebut.

(PE)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →