Minggu, 8 November 2026 WIB
HUKUM KRIMINAL

Pencurian Pecah Kaca Karangasem, Lansia Kehilangan Rp100 Juta

Pencurian Pecah Kaca Karangasem, Lansia Kehilangan Rp100 Juta
Pencurian Pecah Kaca Karangasem, Lansia Kehilangan Rp100 Juta

KARANGASEM — Pencurian pecah kaca di Karangasem merenggut uang tunai Rp100 juta milik I Gusti Lanang S, 64, pada Jumat (6/11) sekitar pukul 15.00 WITA. Mobil korban dibobol saat terparkir di pinggir Jalan Diponegoro, Bangras, di tengah kondisi sekitar yang cukup ramai.

Uang itu baru saja ditarik korban dari sebuah bank BUMN yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian. Setelah memarkir mobil, I Gusti Lanang S mampir untuk makan di Warung Makan Manalagi.

Pencurian pecah kaca Karangasem terjadi setelah korban menarik uang

Korban meninggalkan uang tunai di dalam kendaraan. Ia kemudian makan siang tanpa mengetahui mobilnya menjadi sasaran pencurian.

Lokasi parkir berada di sisi Jalan Diponegoro, tepat di sebelah Masjid An-Nur dan di depan Warung Makan Manalagi. Meski lingkungan sekitar cukup ramai, pelaku tetap memecahkan kaca mobil dan mengambil uang yang tersimpan di dalamnya.

Korban baru menyadari kehilangan itu ketika selesai makan dan hendak kembali ke kendaraan. Sebelumnya, saat akan membayar, ia bahkan sempat bercanda dengan pemilik warung dan tidak menaruh curiga terhadap kondisi mobilnya.

Uang tunai Rp100 juta hilang dari mobil

Peristiwa tersebut memperlihatkan risiko meninggalkan uang dalam jumlah besar di kendaraan, terutama setelah melakukan penarikan tunai. Dalam kasus di Karangasem ini, jeda antara korban memarkir mobil untuk makan dan menyadari pencurian membuat uang yang baru ditarik itu raib.

Dampaknya langsung dirasakan korban: uang tunai Rp100 juta yang dibawa dari bank hilang bersama aksi pembobolan mobil. Bagi masyarakat yang membawa uang setelah bertransaksi, kejadian ini menjadi pengingat agar tidak meninggalkannya di kendaraan saat berhenti, termasuk ketika hanya singgah untuk makan.

Modus pecah kaca juga membuat kewaspadaan di tempat parkir menjadi penting. Mobil korban berada di pinggir jalan, bukan di lokasi terpencil. Ramainya kawasan tidak mencegah pelaku menjalankan aksinya, sementara korban tidak mengetahui kejadian sampai kembali ke kendaraan.

Korban sempat berada di Warung Makan Manalagi setelah memarkir kendaraan. Ia baru mendapati mobilnya dibobol ketika hendak pulang. Uang tunai Rp100 juta itu sebelumnya ditarik dari bank BUMN yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →