Rabu, 23 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Banjir Bandang di Solok: Korban Jiwa hingga Bangunan Rusak

Banjir Bandang di Solok
Banjir Bandang di Solok

SOLOK — Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam (21/9). Aliran material lumpur dan bebatuan setinggi 60-70 sentimeter menyapu kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, meninggalkan jejak kehancuran di rumah warga, kantor-kantor pemerintahan, hingga jembatan.

Hingga Selasa pukul 18.45 WIB, satu orang telah meninggal dunia. Satu orang lainnya masih dalam pencarian. Luka berat menimpa satu warga, sementara tiga orang lainnya mengalami luka ringan. Data terbaru BNPB juga mencatat 32 warga dari sembilan kepala keluarga telah mengungsi ke lokasi darurat.

Hujan Intensitas Tinggi Picu Luapan

Sekretaris BPBD Sumatera Barat Ilham Wahab menjelaskan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Solok dan sekitarnya. Aliran sungai kemudian meluap dan membawa material berbahaya.

“Lumpur setinggi 60-70 centimeter. Jalan Padang-Solok depan kantor bupati putus total,” ungkap Ilham saat dihubungi kumparan. Satu jembatan juga putus, sehingga akses Padang-Solok sempat terputus total. Material lumpur juga menutup badan Jalan Padang-Solok di depan kompleks kantor bupati.

Ilham, yang berada langsung di lokasi pada Senin malam, melaporkan kerusakan parah. “Kantor PU rusak berat, dan ada juga beberapa kantor lain. Beberapa rumah warga rusak berat,” katanya.

Ratusan Rumah dan Puluhan Kendaraan Terdampak

Data BNPB mencatat sekitar 100 unit rumah terdampak banjir bandang. Pendataan dan verifikasi dampak masih dilakukan oleh BPBD Kabupaten Solok bersama unsur terkait. Kendaraan juga menjadi korban — 21 unit mobil dan tujuh sepeda motor dilaporkan tertimbun material. Wakil Bupati Solok Candra menyebut beberapa kendaraan ditemukan tertimbun, antara lain empat truk, mobil boks ekspedisi, serta minibus.

Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok mengalami kerusakan parah.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyebut sejumlah kantor pemerintahan terdampak, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Bapelitbang, hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok.

Dalam pendataan BNPB yang lebih baru, tercatat dua kantor pemerintahan rusak berat dan sembilan kantor pemerintahan rusak ringan. Satu fasilitas kesehatan juga terdampak. Peralatan kantor terbawa arus banjir. “Umumnya karena airnya. Peralatan kantor terbawa ke luar,” jelas Jon.

Upaya Pencarian dan Penyelamatan Terus Berjalan

Wakil Bupati Solok Candra menyampaikan tim masih bekerja di lapangan. “Ada tiga tim dan melakukan penelusuran,” ujarnya saat dihubungi wartawan pada Selasa. Korban luka telah dievakuasi untuk mendapat perawatan di Semen Padang Hospital dan RSUD Arosuka Solok.

Brimob Polda Sumatera Barat mengerahkan dua tim SAR untuk menangani dampak banjir bandang. Tim pertama berasal dari Mako Padang Sarai, Kota Padang, dengan kekuatan dua SSK. Tim kedua berasal dari Mako Yon B Kota Padang Panjang dengan kekuatan satu peleton.

Personel membawa sejumlah peralatan untuk mendukung pencarian dan evakuasi, antara lain 60 pelampung, 75 helm SAR, 40 cangkul, 40 sekop, dua chain saw, dua tali karmantel, 10 karabiner, serta lima body harness.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menekankan prioritas Polri. “Begitu bencana terjadi, Polri langsung bergerak untuk menyelamatkan dan melayani masyarakat.

Prioritas kami adalah keselamatan warga, pencarian terhadap masyarakat yang masih dilaporkan hilang, evakuasi korban, serta pembersihan material yang menutup akses dan fasilitas masyarakat,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo.

Personel Polri juga menyiapkan Mapolres Solok sebagai tempat pengungsian, lengkap dengan pelayanan kesehatan, dapur lapangan, dan trauma healing.

Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan

Polri mengerahkan alat berat untuk membantu membersihkan material yang menutup akses. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengirimkan tiga unit ekskavator dan dua unit dump truck ke lokasi terdampak setelah berkoordinasi dengan Bupati Solok Jon Firman Pandu.

“Turut berduka atas bencana galodo yang melanda Kabupaten Solok. Setelah berkoordinasi dengan Bupati Solok, sesuai aspirasi dari Pak Bupati, saya langsung menindaklanjuti kebutuhan di lapangan dengan mengirimkan tiga unit ekskavator dan dua dump truck untuk membersihkan puing dan sampah yang disebabkan oleh bencana galodo,” kata Andre pada Selasa.

Warga mengungsi ke tiga lokasi darurat: Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan telah mengeluarkan peringatan dini sebelum banjir bandang terjadi dalam rentang tujuh hari, tiga hari, dan satu hari sebelumnya.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 23 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online