JAKARTA — Pelepasan lebih dari 100 BUMN dan penurunan IHSG menjadi dua kabar yang menandai perdagangan dan agenda korporasi pada Kamis (8/10). Danantara Indonesia menyebut divestasi BUMN non-core ditujukan agar perusahaan pelat merah lebih fokus pada bisnis inti, sementara IHSG ditutup turun 1,88 persen ke level 6.031,28.
Rencana pelepasan BUMN kepada pihak swasta itu menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (8/10). Pada hari yang sama, tekanan di pasar saham juga terlihat dari turunnya indeks LQ45 dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Danantara arahkan BUMN ke bisnis inti
Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan pengelolaan BUMN ke depan tidak hanya mengandalkan APBN dan Danantara. Peran swasta akan lebih banyak dilibatkan, termasuk dalam pelaksanaan proyek yang dapat memakai skema kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU.
Menurut Dony, BUMN tidak semestinya mengambil porsi lebih besar daripada swasta di bidang yang telah banyak digarap pelaku usaha. Ia mencontohkan sektor perhotelan. Danantara, kata dia, telah mendivestasikan lebih dari 100 BUMN non-core agar perusahaan pelat merah dapat memusatkan perhatian pada kompetensi utama.
“BUMN tidak akan mengambil porsi lebih besar dari peran swasta,” kata Dony, merujuk pada sektor seperti perhotelan yang sudah banyak dikerjakan pelaku usaha.
Arah kebijakan ini berarti perubahan pengelolaan aset negara bukan sekadar melepas kepemilikan. Pemerintah juga mendorong pembagian peran yang lebih jelas antara perusahaan negara dan swasta saat proyek dijalankan. Bagi industri, ruang keterlibatan swasta dapat terbuka lebih lebar; bagi BUMN, fokus pada bisnis inti menjadi tujuan yang disampaikan Danantara.
Restrukturisasi mencakup ratusan entitas
CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani sebelumnya menyampaikan bahwa penyederhanaan atau merger entitas BUMN telah mencapai 354. Sebagian besar aset yang ditutup berstatus dormant: badan usahanya masih tercatat, tetapi tidak lagi beroperasi.
Rosan mencontohkan penggabungan enam BUMN manajemen aset secara horizontal. Sebanyak 137 hotel pelat merah disatukan menjadi satu perusahaan, begitu pula 75 rumah sakit milik negara. Langkah itu diambil karena sebagian perusahaan terus merugi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.