Jumat, 9 Oktober 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Sara Wijayanto dan Demian Aditya Resmi Bercerai, Tak Ada KDRT atau Orang Ketiga

Sara Wijayanto dan Demian Aditya Resmi Bercerai, Tak Ada KDRT atau Orang Ketiga
Sara Wijayanto dan Demian Aditya Resmi Bercerai, Tak Ada KDRT atau Orang Ketiga. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Perceraian Sara Wijayanto dan Demian Aditya resmi diputus Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Kamis, 8 Oktober 2026, setelah keduanya menjalani kehidupan rumah tangga selama lebih dari 12 tahun. Mereka menyatakan berpisah secara baik-baik dan menegaskan tidak ada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun orang ketiga.

Putusan itu mengakhiri proses hukum yang dimulai saat Sara mengajukan gugatan cerai pada 8 September 2026. Di ruang publik, pasangan ini menjelaskan keputusan berpisah sebagai hasil perjalanan panjang, bukan akibat satu kejadian tertentu yang mereka ungkapkan.

Berikut rangkaian fakta perkara dan pernyataan Sara serta Demian, dengan keterangan proses pengadilan yang dilaporkan VIVA dan Detik.

Perceraian Sara Wijayanto diputus setelah gugatan diajukan

Gugatan Sara terdaftar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan nomor perkara 3594/2026. Sara tercatat sebagai penggugat dan Demian sebagai tergugat. Majelis hakim kemudian mengabulkan gugatan pada 8 Oktober.

Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Abid MH, mengatakan putusan dijatuhkan secara verstek. Istilah itu merujuk pada putusan ketika tergugat tidak hadir setelah dipanggil secara patut. Menurut keterangan Abid kepada wartawan yang dikutip Detik, Demian tidak datang dalam dua persidangan meski telah dipanggil.

Dalam penjelasannya, Abid menyebut sidang pertama berlangsung tanpa kehadiran Demian. Setelah pemanggilan ulang, Demian tetap tidak hadir, lalu perkara berlanjut ke tahap pembuktian sebelum hakim menjatuhkan putusan. Pihak Sara menghadirkan saksi dalam proses pembuktian, menurut keterangan humas pengadilan yang diberitakan Detik.

Putusan verstek adalah bagian dari proses persidangan, bukan penjelasan mengenai alasan pribadi pasangan itu berpisah. Keterangan hukum dari pengadilan menerangkan jalannya perkara; alasan yang disampaikan Sara dan Demian datang dari pernyataan bersama mereka sendiri.

Alasan berpisah: perjalanan panjang, bukan satu pemicu

Dalam pernyataan di akun Instagram masing-masing, Sara dan Demian menggambarkan keputusan tersebut sebagai sesuatu yang tidak mudah. Mereka menyebut telah mencoba melewati banyak hal bersama sebelum akhirnya memilih melanjutkan hidup di jalan masing-masing.

“Tidak mudah untuk kami membagikan berita ini. Setelah menjalani perjalanan yang panjang, mencoba, dan melewati banyak hal bersama, akhirnya kami berdua memutuskan untuk berpisah secara baik-baik,” tulis Sara dan Demian dalam pernyataan bersama yang dikutip VIVA.

Mereka tidak menunjuk satu peristiwa khusus sebagai penyebab perceraian. Penjelasan itu menjaga batas antara fakta yang mereka sampaikan dan spekulasi mengenai kehidupan pribadi. Tidak ada rincian lain dalam bahan pernyataan yang menjelaskan proses internal rumah tangga mereka.

Pasangan itu juga secara tegas membantah dugaan yang kerap dikaitkan dengan perceraian selebritas. Mereka menyebut keputusan berpisah bukan karena KDRT ataupun kehadiran orang ketiga.

“Ini bukan keputusan yang mudah. Tidak ada KDRT, tidak ada orang ketiga. Hanya dua orang yang setelah melalui banyak proses, akhirnya menyadari bahwa mungkin jalan terbaik adalah melanjutkan perjalanan hidup masing-masing,” tulis Sara dan Demian, sebagaimana dikutip VIVA.

Perkara di pengadilan dan dampaknya bagi publik

Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan dua hal yang berbeda: proses formal di pengadilan dan cara Sara serta Demian menjelaskan keputusan personal mereka. Pengadilan menyelesaikan perkara setelah gugatan diajukan dan menjalani sidang, sementara pernyataan pasangan itu meminta publik memahami perpisahan tanpa mengaitkannya dengan KDRT atau orang ketiga.

Bagi masyarakat, pemisahan informasi tersebut penting. Ketidakhadiran tergugat dalam persidangan menjelaskan mengapa perkara diputus secara verstek, tetapi tidak dengan sendirinya menerangkan alasan pasangan berpisah. Sebaliknya, pernyataan bersama mereka memberi keterangan soal keputusan rumah tangga, bukan uraian teknis tentang putusan hakim.

Detail yang telah diketahui sejauh ini mencakup tanggal pendaftaran gugatan, nomor perkara, ketidakhadiran Demian dalam dua sidang, serta putusan pada 8 Oktober 2026. Bahan yang tersedia tidak menyebut adanya pernyataan lanjutan dari pihak pengadilan maupun pasangan tersebut setelah putusan.

Perhatian berikutnya tertuju pada apakah Sara dan Demian akan menyampaikan keterangan tambahan tentang urusan administratif setelah putusan. Sampai ada informasi baru dari mereka atau Pengadilan Agama Jakarta Selatan, fakta yang dapat dipastikan tetap merujuk pada proses perkara dan pernyataan bersama yang sudah disampaikan.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 9 Oktober 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir