Jumat, 9 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Teknologi Pengering Surya Undip Dukung UMKM Desa di Temanggung

Teknologi pengering surya Undip untuk hasil pertanian Temanggung
Pengering hibrida bertenaga surya disiapkan untuk membantu pengolahan hasil pertanian di Desa Wonosari, Temanggung. (Ilustrasi: AI)

TEMANGGUNG — Teknologi pengering surya Undip mulai dimanfaatkan untuk mengolah hasil pertanian di Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, setelah Pemerintah Kabupaten Temanggung menerima satu unit Portable Hybrid Solar Cabinet Dryer dari LPPM Universitas Diponegoro pada Selasa (6/10/2026). Alat itu akan digunakan untuk mengeringkan produk hortikultura dan mendukung kegiatan UMKM desa.

Kepala Bapperida Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana menerima bantuan tersebut. Pengoperasiannya melibatkan kelompok PKK Desa Wonosari, sementara tim Undip akan memberi pendampingan teknis. Kopi disebut sebagai salah satu komoditas yang potensial dikeringkan dengan perangkat ini.

Teknologi Pengering Surya Undip untuk hasil pertanian

Perangkat yang diserahkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip itu memakai energi matahari untuk membantu proses pengeringan. Panel surya juga mengubah energi matahari menjadi listrik untuk menggerakkan kipas, yang mengalirkan udara di dalam kabinet agar pengeringan berlangsung lebih merata.

Ketua LPPM Undip, Prof Dr Ing Ir Suherman, menjelaskan bahwa rancangan alat tersebut ditujukan untuk mengeringkan beragam produk pertanian dan pangan. Menurut dia, hasil pengeringan yang lebih cepat dan bermutu diharapkan memberi peluang keuntungan lebih baik bagi petani.

“Alat ini benar-benar zero energy, karena menggunakan energi matahari. Produk lebih cepat kering dan kualitasnya lebih baik, sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan lebih,” kata Suherman.

Istilah zero energy dalam pernyataan itu merujuk pada penggunaan matahari sebagai sumber energi utama selama kondisi mendukung. Namun, alat ini juga memiliki sumber energi cadangan berupa gas LPG. Cadangan tersebut bisa dipakai saat cuaca mendung atau ketika pengeringan berlangsung pada musim hujan dan paparan matahari tidak mencukupi.

Dari kopi hingga cabai, alat disiapkan untuk UMKM

Undip menyebut alat dapat dipakai untuk mengeringkan kopi, jagung, singkong, tomat, dan cabai. Di Temanggung, kopi dinilai menjadi komoditas yang paling potensial untuk diolah memakai teknologi ini. Bahan sumber tidak mencantumkan kapasitas alat maupun lama pengeringan, sehingga manfaat produksi belum dapat diukur dari sisi jumlah hasil.

Bagi petani dan pelaku UMKM, proses pengeringan yang lebih terkendali berpotensi membantu menjaga mutu produk setelah panen. Hasil yang kering lebih merata dapat menjadi bahan yang lebih siap untuk pengolahan atau penjualan.

Dampak itu tetap bergantung pada keterampilan operator, ketersediaan bahan, dan pendampingan saat alat digunakan; karena itu, keterlibatan kelompok PKK dan bimbingan teknis menjadi bagian penting dari bantuan, bukan sekadar pelengkap.

Hendra menyampaikan bahwa bantuan pengering ini merupakan kerja sama kedua antara Pemkab Temanggung dan Undip. Ia berharap perangkat tersebut digunakan secara optimal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonosari.

“Pemerintah Kabupaten Temanggung menyampaikan terima kasih kepada Undip melalui LPPM. Ini merupakan bantuan yang kedua, alat pengering untuk Desa Wonosari, Kecamatan Bulu,” ujar Hendra.

Kerja sama berlanjut ke pendampingan dan riset

Bantuan peralatan menjadi bagian dari kolaborasi Bapperida Temanggung dengan dunia akademik. Kerja sama sebelumnya, menurut bahan yang disampaikan pemerintah daerah, juga mencakup KKN tematik, penelitian, dan riset di Kabupaten Temanggung. Pemerintah daerah ingin memperluas hubungan itu agar dukungan perguruan tinggi turut menyentuh pengetahuan dan produktivitas pertanian.

Hendra mengatakan kerja sama ke depan diharapkan tidak berhenti pada penyerahan alat. Pendampingan kepada kelompok tani dan transfer ilmu juga masuk dalam rencana pengembangan kolaborasi. Dengan begitu, kelompok penerima dapat memahami cara mengoperasikan perangkat sekaligus menghubungkan teknologi pengeringan dengan kebutuhan usaha lokal.

“Ke depannya kerja sama ini akan kita tingkatkan, tidak hanya dalam bentuk peralatan, tetapi juga transfer ilmu dan pendampingan kepada kelompok tani, termasuk bagaimana meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Hendra.

Untuk Desa Wonosari, langkah terdekat adalah pendampingan teknis dari tim Undip bagi kelompok penerima. Alat yang diserahkan ditujukan untuk mengeringkan lima komoditas yang disebutkan Undip, termasuk kopi yang dinilai paling potensial bagi Temanggung.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 9 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis