Selain Bandara Soekarno-Hatta, daftar yang disampaikan Kemenhub mencakup Bandara Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu.
Achmad menekankan bahwa regulator tidak akan mampu mengendalikan situasi sendirian tanpa dukungan para pihak yang terlibat dalam operasi penerbangan. “Bayangkan kalau di kondisi seperti ini kami regulator hanya bekerja sendiri, oh sudah ampun. Mungkin masyarakat sudah banyak komplain, ngeluh, dan lain sebagainya,” kata Achmad di Bandung, Jumat (2/10), seperti diberitakan Republika.co.id.
Sumber pembanding, Antara, melaporkan aktivitas erupsi Anak Krakatau pada Jumat sore dan menyebut status gunung berada pada Level II atau Waspada.
Antara juga mengutip rekomendasi Badan Geologi agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati kawah aktif dalam radius dua kilometer.
Informasi itu memberi konteks kebencanaan di sekitar Selat Sunda, sementara paparan Menhub berfokus pada dampak erupsi terhadap operasi transportasi.
Dudy mengatakan pengalaman penanganan gangguan tersebut menunjukkan pentingnya prosedur tanggap darurat yang jelas dan koordinasi lintas lembaga.
Ia mengapresiasi kerja sama para pihak setelah bandara kembali dibuka: “Kita bisa mengatasi sesuatu yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya, dan alhamdulillah berkat kerjasama yang sangat baik dari semua pihak sekian puluh ribu penumpang bisa teratasi dengan baik.”

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.