JAKARTA — Tiga pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging disiapkan pemerintah dengan kebutuhan investasi awal sekitar Rp200 miliar per fasilitas. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pembangunan itu ditujukan untuk memperluas pasar peternak, menjaga harga, dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Rencana tersebut disampaikan Amran dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu. Pemerintah akan menindaklanjutinya dengan studi kelayakan sebelum masuk ke tahap pembangunan; target awalnya dimulai tahun depan dan rampung dalam 1,5 tahun, dengan batas maksimal dua tahun.
Langkah ini menghubungkan produksi dari hulu dengan penyerapan dan pengolahan di hilir. Jika produksi telur atau daging ayam melimpah, hasilnya dapat diolah menjadi produk yang lebih tahan disimpan dan memiliki pemanfaatan lebih luas daripada produk segar.
Tiga pabrik olahan telur dan daging masuk studi kelayakan
Amran mengatakan pemerintah telah berkomunikasi dengan BP BUMN dan Menteri Perdagangan mengenai rencana membangun ekosistem peternakan. Studi kelayakan atau feasibility study (FS) akan menguji kebutuhan dan rencana fasilitas sebelum pemerintah menetapkan langkah lanjutan.
Perkiraan investasi awal mencapai sekitar Rp200 miliar per pabrik. Nilainya dapat meningkat menjadi Rp250 miliar untuk fasilitas yang juga mencakup pengolahan daging. Angka itu masih berupa perkiraan kebutuhan awal, sementara pemerintah meminta jajaran terkait mengawal persiapan anggaran dan pembangunan.
“Kami sudah telepon BP BUMN dan Menteri Perdagangan. Kita sepakat membangun ekosistem ternak, terutama pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging. Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Targetnya 1,5 tahun selesai, maksimal dua tahun,” ujar Amran.
Pernyataan itu belum merinci lokasi pabrik maupun kapasitas masing-masing fasilitas. Karena itu, studi kelayakan menjadi tahap penting untuk menerjemahkan rencana investasi menjadi rancangan proyek yang lebih konkret.
Dampak bagi peternak dan pasar produk segar
Selama ini, peternak yang menghadapi kelebihan produksi bergantung pada penjualan produk segar. Ketika pasokan melimpah atau permintaan berubah, harga dan kemampuan menyerap hasil dapat ikut tertekan. Fasilitas pengolahan ditujukan untuk menyediakan jalur tambahan bagi telur dan daging yang tidak terserap sebagai produk segar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.