Sabtu, 10 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Rupiah Menguat ke Rp17.875 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Rupiah Menguat ke Rp17.875 per Dolar AS, Ini Pendorongnya
Rupiah menguat tipis pada penutupan perdagangan Jumat

JAKARTA — Rupiah menguat ke Rp17.875 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (9/10/2026), meski penguatannya menyusut dari posisi pembukaan. Data Refinitiv mencatat rupiah naik 0,08% dibandingkan penutupan Kamis (8/10/2026), ketika mata uang Indonesia berada di Rp17.890 per dolar AS.

Pada awal perdagangan, rupiah sempat menguat 0,20% ke Rp17.855 per dolar AS. Pergerakan ini penting bagi pasar karena terjadi saat investor menimbang arah suku bunga, kondisi APBN, dan kekuatan konsumsi domestik.

Indeks dolar AS atau DXY, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, melemah 0,11% ke 102,025 pada pukul 15.00 WIB. Pelemahan dolar ikut menjadi latar pergerakan rupiah, tetapi tidak menghapus perhatian pasar terhadap sejumlah faktor dalam negeri.

Rupiah dan sikap suku bunga BI

Bank Indonesia memilih mempertahankan suku bunga acuan meski bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, menaikkan suku bunga pada September 2026. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan keputusan itu mempertimbangkan dampak kebijakan secara menyeluruh, bukan hanya stabilitas nilai tukar.

“Kami melihatnya secara utuh, bahwa kenaikan suku bunga ini tentu dampaknya akan lebih umum dan semua segmen akan kena gitu, apalagi suku bunga kan sudah kami naikkan di pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Mei-Juni 2026, sehingga kami yakini, ini masih cukup untuk bisa menjaga inflasi dan rupiah yang relatif stabil,” kata Destry dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Jumat (9/10/2026).

Menurut Destry, kenaikan suku bunga BI pada Mei dan Juni merupakan langkah antisipatif terhadap pengetatan moneter Amerika Serikat. Kini, bank sentral memilih mengoptimalkan instrumen lain, termasuk insentif biaya lindung nilai atau hedging, ketimbang kembali menaikkan BI Rate.

Perbedaan arah suku bunga BI dan The Fed menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi daya tarik aset rupiah dan arus modal asing. Bagi masyarakat, pergerakan nilai tukar juga berpengaruh pada biaya barang impor dan kebutuhan yang harganya terkait dolar, meski bahan sumber tidak merinci perubahan harga konsumen.

Defisit APBN dan subsidi energi ikut dicermati

Pemerintah melaporkan defisit APBN hingga September sebesar Rp319 triliun atau 1,24% terhadap produk domestik bruto. Angka dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2026 itu berasal dari pendapatan negara Rp2.341,5 triliun dan belanja negara Rp2.660,5 triliun.

“Ini on track. Kita menuju pelaksanaan APBN yang memang didesain untuk defisit,” ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (9/10/2026).

Realisasi subsidi dan kompensasi mencapai Rp376,8 triliun hingga September, setara 84,3% dari alokasi APBN. Nilainya meningkat 54,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, saat realisasi tercatat Rp244,6 triliun.

Suahasil menjelaskan realisasi tersebut dipengaruhi pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau ICP, nilai tukar rupiah, serta peningkatan konsumsi energi bersubsidi. Bagi investor, besarnya realisasi subsidi menjadi salah satu hal yang diperhatikan saat menilai kebutuhan pembiayaan pemerintah hingga akhir tahun, terutama ketika harga energi dan kurs bergerak.

Konsumsi domestik masih tumbuh

Data BI menunjukkan Indeks Penjualan Riil Agustus 2026 mencapai 226,5, tumbuh 1,3% secara tahunan. Pertumbuhan itu lebih tinggi daripada Juli, yang tercatat 1,1%.

BI memperkirakan penjualan eceran pada September tumbuh 1,4% secara tahunan. Aktivitas belanja yang tetap bertumbuh memberi dukungan bagi prospek ekonomi domestik, sementara pasar terus memantau bagaimana kebijakan moneter, kondisi fiskal, dan nilai tukar bergerak bersama.

Rupiah mengakhiri sesi Jumat dengan penguatan yang lebih tipis daripada saat pembukaan. Investor selanjutnya mencermati perkembangan kebijakan BI, realisasi APBN, dan data ekonomi yang menjadi petunjuk bagi arah pasar.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair