Angka kerugian yang muncul dalam bahan pembanding berkaitan dengan pemberitaan mengenai laporan korban. Viva menyebut dugaan kerugian mencapai Rp25 miliar dan melibatkan 85 orang, sementara sumber utama yang memuat pernyataan Kirana tidak mencantumkan angka tersebut.
Karena itu, angka itu perlu dilekatkan pada laporan Viva, bukan diperlakukan sebagai rincian yang dikonfirmasi oleh pernyataan Kirana.
Kasus investasi emas menunggu kejelasan
Perkara ini berdampak langsung pada kepercayaan konsumen. Saat figur publik ikut muncul dalam promosi produk investasi, pelanggan dapat menjadikan kehadiran mereka sebagai salah satu pertimbangan sebelum bertransaksi.
Ketika transaksi kemudian dipersoalkan, yang paling mendesak bagi konsumen ialah kejelasan mengenai pemenuhan pesanan dan penanganan hak mereka, bukan sekadar pernyataan dari pihak yang pernah mempromosikan produk.
Nama Jennifer Coppen juga muncul dalam pemberitaan terkait dugaan penipuan emas. Viva melaporkan Jennifer menyatakan kerja samanya dengan brand berakhir pada 19 Juni 2026 setelah menerima keluhan pelanggan mengenai pelayanan dan pemenuhan pesanan. Informasi itu merupakan keterangannya sendiri sebagaimana diberitakan Viva; bahan yang tersedia tidak menyebut tanggal berakhirnya kerja sama Kirana.
Perbedaan rincian antarfigur publik penting dijaga agar tidak tercampur. Informasi mengenai kontrak Jennifer tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan kapan Kirana mengakhiri kerja sama. Sementara itu, bagi pelanggan Nellava Bullion, pertanyaan utama tetap tertuju pada status transaksi logam mulia yang belum mendapat kejelasan.
Kirana menyatakan siap memberikan informasi kepada pihak berwenang apabila keterangannya diperlukan. Proses hukum atas laporan dugaan penipuan investasi emas itu masih menjadi konteks utama yang menentukan perkembangan perkara.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.