Sabtu, 10 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Korea Selatan Wajibkan Tes Bahasa untuk Kerja Paruh Waktu

Korea Selatan Wajibkan Tes Bahasa untuk Kerja Paruh Waktu
Korea Selatan Wajibkan Tes Bahasa untuk Kerja Paruh Waktu

Rencana ini muncul saat jumlah mahasiswa internasional di Korea Selatan meningkat tajam. Data kementerian yang dikutip dalam bahan kebijakan menunjukkan jumlahnya naik dari sekitar 17.000 pada 2004 menjadi sekitar 200.000 pada 2022, lalu melampaui 300.000 pada 2025. Pada Agustus tahun ini, jumlahnya mencapai sekitar 350.000.

Warga Vietnam menjadi kelompok terbesar dalam data pemegang visa belajar atau pelatihan bahasa. The Korea Times, mengutip data Kementerian Kehakiman pada Februari, melaporkan ada 115.939 warga Vietnam atau 37,9 persen dari total 305.807 pemegang visa tersebut per 31 Januari. Warga China berada di urutan berikutnya dengan 25,2 persen.

Besarnya jumlah mahasiswa membuat pengaturan visa dan kerja paruh waktu berdampak pada kehidupan kampus, bukan hanya urusan administrasi. Bagi mahasiswa, batas jam kerja dapat menentukan seberapa banyak waktu yang tersisa untuk kuliah dan kebutuhan hidup.

Bagi universitas, aturan baru menambah tanggung jawab untuk memastikan jadwal pembelajaran tidak mendorong mahasiswa menjadikan pekerjaan sebagai prioritas.

Paket kebijakan tersebut disusun selama sekitar lima bulan oleh dewan publik-swasta yang dibentuk pada 20 April. Rencana itu tidak hanya mengubah izin kerja. Pemerintah juga mengusulkan jalur visa jeda sebelum kuliah, skema baru dari studi menuju pekerjaan dan izin tinggal, serta visa masuk berkali-kali bagi lulusan yang telah pulang ke negara asal.

Keringanan biaya dan jalur kerja bagi lulusan

Mahasiswa dengan kemampuan bahasa Korea tingkat lanjut dapat memperoleh keringanan dalam pemeriksaan keuangan. Pemohon yang memiliki TOPIK Level 4 atau lebih tinggi, atau telah menyelesaikan Level 4 Korea Immigration and Integration Program, tidak perlu lagi membuktikan secara terpisah bahwa mereka mampu membayar biaya kuliah dan biaya hidup.

Menurut draf strategi kementerian, mahasiswa di universitas yang belum memiliki sertifikasi pemerintah saat ini harus menunjukkan dana 20 juta won atau 15.000 dollar AS. Untuk mereka yang belajar di luar wilayah metropolitan Seoul, persyaratannya 16 juta won atau 12.000 dollar AS.

Pemeriksaan lebih ketat akan berlaku bagi pemohon yang dianggap berisiko tinggi, misalnya berasal dari negara yang dinilai memiliki kemungkinan lebih besar mengalami pelanggaran izin tinggal atau kerja ilegal. Mereka dapat diminta menaruh dana studi dalam rekening selama periode tertentu. Kyunghyang Shinmun melaporkan kementerian menyebut model itu digunakan Jerman dan Kanada.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda