Kementerian juga akan bekerja sama dengan perwakilan diplomatik Korea Selatan di luar negeri untuk mendaftarkan agen perekrutan mahasiswa. Langkah ini merespons keluhan soal biaya berlebihan, informasi yang keliru, dan dokumen palsu.
Untuk lulusan, visa pencarian kerja D-10 saat ini memungkinkan masa tinggal sampai tiga tahun. Batas itu akan tetap berlaku bagi mereka yang memenuhi persyaratan bahasa Korea, sedangkan lulusan yang tidak memenuhi syarat akan dibatasi sampai dua tahun, menurut dokumen tanya jawab yang menyertai rencana.
Lulusan sains dan teknik yang memenuhi ketentuan bahasa serta syarat lain dapat beralih ke visa pekerja terampil E-7 untuk pekerjaan manufaktur dan sektor tertentu. Seoul Economic Daily juga melaporkan usulan “K-Tech Master Visa” yang akan membuka jalur bagi lulusan program magister teknik khusus dari visa studi D-2 menuju izin tinggal F-2.
Wakil Menteri Kehakiman Lee Jin-soo, yang menjabat pelaksana tugas menteri sekaligus memimpin dewan, mengatakan kebijakan itu hendak membedakan mahasiswa yang sungguh-sungguh belajar dari mereka yang menyalahgunakan visa.
“Kami akan memberikan kesempatan yang lebih besar untuk berkembang kepada mahasiswa yang memiliki tujuan studi yang nyata dan kemampuan yang diperlukan, sekaligus merespons dengan tegas kasus penyalahgunaan sistem visa pelajar,” kata Lee, sebagaimana dikutip The Korea Herald.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.