JAKARTA — Polisi mendatangi rumah warga di Kampung Ambon dan Kampung Boncos setelah penggerebekan narkoba yang berujung pada penangkapan 24 orang. Polres Metro Jakarta Barat bersama Polda Metro Jaya menggelar pendampingan psikologis, pelayanan kesehatan, dan dialog dengan warga untuk memulihkan rasa aman.
Operasi penindakan berlangsung pada Jumat (9/10/2026), menurut laporan Detik News dan CNN Indonesia. Setelahnya, petugas kembali ke dua kawasan di Jakarta Barat, kali ini untuk mendengar kebutuhan warga dan memperhatikan kondisi keluarga, termasuk anak-anak.
Polisi datangi rumah warga Kampung Ambon
Di Kompleks Permata, Kampung Ambon, Cengkareng, petugas menyambangi rumah-rumah warga. Mereka memeriksa kondisi masyarakat setelah operasi, dengan perhatian khusus pada keadaan psikologis anak-anak dan keluarga.
Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Nasriadi mengatakan kegiatan itu mencakup pendampingan psikologis dan layanan kesehatan. Petugas juga mengajak warga ikut menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
“Selain pendampingan psikologis, masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan. Petugas juga menyampaikan imbauan agar warga saling menjaga, mengingatkan, dan berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif,” kata Nasriadi, dikutip Minggu (11/10/26).
Langkah tersebut menyasar dampak yang tidak selesai hanya dengan penangkapan. Kehadiran polisi di rumah warga membuka ruang untuk mengetahui rasa aman dan kebutuhan keluarga setelah operasi narkotika, terutama bagi anak-anak yang tinggal di kawasan terdampak.
Dialog warga di Kampung Boncos
Di Kampung Boncos, Palmerah, pendampingan dipimpin Wakapolres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Rezi Dharmawan bersama jajaran Polda Metro Jaya dan Polsek Palmerah. Kegiatan berlangsung di Pos RW 03 dan dihadiri Ketua RW 03 serta 50 warga.
Polisi menggelar dialog dan tanya jawab untuk menampung aspirasi masyarakat tentang persoalan narkoba serta keadaan lingkungan. Petugas juga mendatangi rumah warga untuk melihat langsung kondisi dan kebutuhan mereka.
Rezi menyebut penanganan narkoba perlu melibatkan warga, bukan hanya berpusat pada penegakan hukum. Menurut dia, dukungan kepada keluarga dan perlindungan anak dari dampak penyalahgunaan narkotika juga penting untuk membangun lingkungan yang sehat.
“Pertemuan berlangsung melalui dialog dan tanya jawab untuk menampung aspirasi masyarakat serta membahas langkah-langkah bersama dalam mengatasi persoalan lingkungan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba,” kata Rezi.
Penangkapan 24 orang jadi latar operasi
Jumlah orang yang ditangkap dalam operasi di dua kawasan itu konsisten dalam laporan sumber pembanding: 24 orang. Detik News merinci 16 orang diamankan dari Kampung Ambon dan 8 orang dari Kampung Boncos. Mereka dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa, termasuk menjalani tes urine.
Laporan Detik News juga menyebut operasi melibatkan unsur Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional, TNI, dan Satpol PP. Di Kampung Ambon, petugas memeriksa sejumlah tempat, seperti rumah kontrakan dan lapak.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso mengatakan petugas menemukan tempat penyimpanan dan penyewaan alat isap, serta barang yang disimpan di kamar kos dan kendaraan.
Rangkaian kunjungan setelah operasi memberi perhatian pada sisi pemulihan dan komunikasi di lingkungan warga. Nasriadi menyebut petugas mendorong masyarakat saling mengingatkan, sementara Rezi menekankan perlunya kerja sama agar warga tidak memberi ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Rezi mengatakan komunikasi terbuka antara Polri dan masyarakat perlu dijaga agar warga dapat ikut merawat lingkungan tetap aman dan nyaman.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.