JAKARTA — Asing net sell mencapai Rp 2,44 triliun pada perdagangan saham 5-9 Oktober 2026, dengan saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menjadi yang paling banyak dilepas. Saham sejumlah bank besar, termasuk Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI), juga masuk daftar jual investor asing.
Nilai penjualan bersih itu turun 51,49% dibandingkan pekan sebelumnya, ketika net sell asing tercatat Rp 5,03 triliun. Data Stockbit menunjukkan, meski investor asing aktif melepas saham, transaksi pasar pada pekan lalu lebih banyak digerakkan investor domestik.
GOTO paling banyak dilepas investor asing
Investor asing menjual bersih saham GOTO senilai Rp 663,2 miliar. Nilai itu menempatkan perusahaan teknologi tersebut di urutan teratas saham yang paling banyak dijual asing selama periode perdagangan pekan lalu.
Setelah GOTO, BBCA mencatat net sell Rp 293,5 miliar. Saham BMRI dilepas senilai Rp 235,5 miliar, sedangkan nilai jual bersih BBRI mencapai Rp 183,2 miliar.
Deretan saham itu memperlihatkan tekanan jual terkonsentrasi pada emiten dengan karakter berbeda: perusahaan teknologi dan bank-bank besar. Namun, data tersebut mencatat aktivitas jual bersih selama satu pekan, bukan dengan sendirinya menjelaskan alasan investor melepas saham atau arah keputusan mereka berikutnya.
Nilai net sell asing memang masih besar, tetapi penyusutannya dibanding pekan sebelumnya memberi gambaran bahwa tekanan jual bersih melandai. Angka mingguan ini perlu dibaca bersama pergerakan indeks dan komposisi transaksi, bukan sebagai gambaran tunggal tentang kondisi seluruh pasar.
Transaksi domestik dominan, IHSG naik tipis
Pada pekan 5-9 Oktober, investor domestik menyumbang 77% aktivitas perdagangan mingguan, sementara investor asing mencatat porsi 23%. Dengan komposisi itu, investor lokal mendominasi transaksi di pasar saham pada periode tersebut.
IHSG ditutup di level 6.093, naik 0,94% dari posisi 6.036 pada pekan sebelumnya. Kenaikan indeks terjadi bersamaan dengan net sell asing, sehingga penjualan bersih investor luar negeri tidak serta-merta membuat IHSG berakhir melemah pada pekan itu.
Bagi pembaca pasar, perbedaan antara arus investor asing dan pergerakan indeks penting untuk dicermati. Net sell menunjukkan nilai jual bersih dalam periode tertentu, sedangkan perubahan IHSG mencerminkan pergerakan indeks secara keseluruhan. Keduanya memberi informasi berbeda dan tidak cukup untuk dijadikan satu-satunya dasar keputusan investasi.
Saham pengangkat IHSG selama sepekan
Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan IHSG. MORA menyumbang 9,24 poin dan naik 11,88% secara mingguan.
PT Astra International Tbk (ASII) menyusul dengan kontribusi 7,71 poin ke indeks dan kenaikan mingguan 4,1%. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menambah 6,48 poin setelah naik 4,01%, sementara PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memberikan 6,45 poin dengan kenaikan 3,11%.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berkontribusi 3,70 poin dan naik 5,19%. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyumbang 3,34 poin dengan kenaikan 3,51%. Sementara itu, BBRI—yang juga termasuk saham paling banyak dijual asing—memberikan kontribusi 2,95 poin ke IHSG setelah naik 0,65% selama sepekan.
Pergerakan BBRI menunjukkan bahwa saham yang mengalami net sell asing tetap dapat mencatat kenaikan harga mingguan. Data arus transaksi dan kontribusi indeks mengukur hal yang berbeda; karena itu, keduanya tidak seharusnya dibaca sebagai sinyal yang otomatis sama.
Data transaksi asing dan pergerakan indeks dalam artikel ini merujuk pada periode 5-9 Oktober 2026, sementara data net sell dan kontributor IHSG bersumber dari bahan yang mengutip Stockbit. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor; informasi ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Dalam periode tersebut, IHSG naik 0,94% dan berakhir di level 6.093.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.