Senin, 12 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Lestarikan Budaya Osing, Panggung Pertunjukan Seni Dibangun di Banyuwangi

Lestarikan Budaya Osing, Panggung Pertunjukan Seni Dibangun di Banyuwangi
Lestarikan Budaya Osing, Panggung Pertunjukan Seni Dibangun di Banyuwangi

BANYUWANGI — Budaya Osing mendapat ruang pertunjukan baru di Desa Kemiren, Banyuwangi. Astra memulai pembangunan amphitheater berkapasitas sekitar 150 penonton pada Jumat, 9 Oktober 2026, untuk mendukung pelestarian seni lokal sekaligus mengembangkan wisata desa.

Peletakan batu pertama dilakukan Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto bersama Kepala Desa Kemiren Mohammad Arifin. Fasilitas itu dibangun melalui program Desa Sejahtera Astra dan dirancang menjadi tempat warga mementaskan serta mengenalkan kesenian tradisional Banyuwangi.

Budaya Osing mendapat panggung di Kemiren

Rancangan amphitheater memadukan fungsi pertunjukan dengan unsur arsitektur lokal. Panggungnya berbentuk setengah lingkaran, dengan dinding bata merah yang mengadaptasi bentuk atap rumah adat Osing. Area penonton direncanakan memakai tribun bertingkat dari batu alam dan dikelilingi pepohonan.

Di tempat itu, masyarakat nantinya dapat menampilkan Tari Gandrung, Jaran Goyang, serta kesenian tradisional lain dari Banyuwangi. Fasilitas tersebut juga disiapkan untuk kegiatan edukasi budaya, sehingga pertunjukan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi dapat membantu memperkenalkan tradisi kepada pengunjung.

Astra menyebut pembangunan ini sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi desa, termasuk kekayaan seni dan budaya setempat. Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang mengatakan masyarakat diharapkan dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk menjaga budaya Osing sekaligus mendukung wisata Desa Kemiren.

“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami berupaya mendukung pengembangan potensi yang dimiliki setiap desa, termasuk kekayaan seni dan budaya lokal. Kami berharap kehadiran amphitheater ini dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendukung pengembangan wisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren,” ujarnya, Minggu (11/10/2026).

Panggung seni dan peluang bagi wisata desa

Keberadaan ruang pertunjukan memberi warga tempat yang lebih terarah untuk menampilkan kesenian lokal. Bagi wisata desa, pertunjukan dapat memperkaya pengalaman pengunjung dan memberi ruang bagi identitas budaya Osing untuk hadir langsung dalam kegiatan wisata, bukan sekadar menjadi nama atau dekorasi.

Dampaknya akan bergantung pada pemanfaatan fasilitas oleh masyarakat dan keberlanjutan kegiatan seni di sana. Jika warga rutin mengisi panggung dan mengelola program edukasi, amphitheater berpotensi menghubungkan pelestarian tradisi dengan aktivitas kunjungan wisata. Namun, bahan yang tersedia belum merinci jadwal pertunjukan maupun tata kelola fasilitas setelah pembangunan.

Informasi mengenai kapasitas, lokasi, rancangan, tanggal peletakan batu pertama, dan nama-nama pihak yang hadir sejalan antara laporan SINDOnews dan Kumparan. Keduanya menyebut kapasitas sekitar 150 orang atau penonton serta pembangunan di Desa Kemiren.

Kumparan juga memuat keterangan Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren Mohammad Edy Saputro tentang harapan warga terhadap fasilitas tersebut, tetapi kutipan dalam bahan yang diberikan tidak lengkap sehingga tidak dimuat sebagai pernyataan utuh.

Pembangunan amphitheater ini menempatkan warga Kemiren sebagai calon pengguna utama ruang seni baru itu. Boy Gemino Kalauserang berharap fasilitas tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat budaya Osing dan mengembangkan wisata desa.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda