Senin, 12 Oktober 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Modus Penipuan Dapur MBG, BGN Minta Calon Mitra Waspada

Modus Penipuan Dapur MBG, BGN Minta Calon Mitra Waspada
BGN mengingatkan calon mitra agar memeriksa identitas pihak yang menawarkan pembukaan dapur MBG

JAKARTA — Tawaran membuka dapur Makan Bergizi Gratis bisa berujung kerugian jika disertai permintaan uang dari pihak yang tak berwenang. Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan calon mitra untuk mewaspadai penipuan yang memakai nama pejabat atau orang dekat pejabat BGN.

Pelaku menawarkan percepatan pembukaan dapur, bantuan memperoleh titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga kesiapan pembangunan dan operasional. Judul bahan menyebut korban mengalami kerugian Rp950 juta, tetapi keterangan BGN yang disampaikan dalam bahan sumber tidak merinci identitas korban maupun kronologi kerugian itu.

Modusnya bisa tampak meyakinkan. Oknum tertentu dilaporkan mendatangi calon mitra dengan membawa dokumen yang diklaim sebagai nota dinas verifikasi dan validasi. BGN meminta masyarakat tidak langsung percaya pada dokumen atau janji yang mengatasnamakan lembaga.

Penipuan dapur MBG memakai janji percepatan

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan permintaan pembayaran untuk mempercepat proses operasional yang disampaikan pihak tak berwenang merupakan modus penipuan. Ia meminta masyarakat memeriksa identitas orang yang menghubungi sebelum menindaklanjuti tawaran.

“Tindakan tersebut merupakan modus penipuan yang tidak dapat dibenarkan dan masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap janji percepatan proses operasional yang disertai permintaan pembayaran oleh pihak yang tidak berwenang,” ujar Tysa.

Peringatan ini menyasar calon mitra yang sedang mencari lokasi atau menyiapkan dapur MBG. Tawaran bantuan dapat terlihat seperti jalan pintas untuk memulai proses, tetapi permintaan uang dari pihak yang tidak jelas kewenangannya berisiko membuat calon mitra kehilangan dana sebelum pembangunan atau operasional berjalan.

BGN meminta masyarakat mengecek kebenaran identitas penghubung serta informasi yang disampaikan, terutama ketika ada permintaan yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial. Pemeriksaan perlu dilakukan sebelum uang diserahkan atau dokumen ditindaklanjuti.

BGN minta bukti komunikasi disimpan

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengingatkan pencatutan nama institusi pemerintah untuk mencari keuntungan pribadi dapat membawa konsekuensi hukum, terlebih bila disertai permintaan uang dan dokumen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Pencatutan nama institusi pemerintah untuk memperoleh keuntungan pribadi, terlebih jika disertai permintaan sejumlah uang dengan menggunakan dokumen atau keterangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum,” kata Khairul.

Bagi calon mitra, risiko penipuan bukan hanya kehilangan uang. Dokumen dan informasi pribadi yang telanjur diberikan kepada pihak tak dikenal juga dapat memperumit penanganan perkara. Karena itu, BGN meminta masyarakat menyimpan pesan percakapan, identitas pihak yang menghubungi, serta dokumen yang dipakai untuk meyakinkan calon korban.

Bukti komunikasi itu dapat membantu penanganan dugaan penyalahgunaan nama BGN sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Tysa kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menindaklanjuti informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan BGN. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Pastikan terlebih dahulu kebenaran identitas pihak yang menghubungi serta informasi yang disampaikan,” kata Tysa.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 12 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online