Selasa, 13 Oktober 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Awkarin Sentil Aa Juju Usai Dituding Tak Peduli Karhutla, Singgung soal Hal Ini

Awkarin sentil Aa Juju setelah pesan tentang karhutla Kalimantan
Percakapan Awkarin dan Aa Juju soal karhutla Kalimantan menjadi perbincangan setelah diunggah di media sosial. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Awkarin menyindir Aa Juju setelah selebgram itu mendapat pesan yang menyinggung kepeduliannya terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Percakapan mereka, yang kemudian diunggah Awkarin di media sosial, memperlihatkan perbedaan cara keduanya menyampaikan perhatian pada bencana.

Persoalan bermula ketika Aa Juju mengirim pesan langsung melalui Instagram. Ia meminta Awkarin ikut menyebarkan informasi mengenai kondisi di Kalimantan, sementara Awkarin merasa pesan itu disampaikan dengan bahasa yang menyindir.

Bagi publik yang mengikuti kabar karhutla, percakapan ini memperlihatkan bagaimana ajakan menyebarkan informasi dapat berubah menjadi perdebatan personal. Fokusnya pun bergeser: dari upaya menarik perhatian pada kondisi warga menjadi silang pendapat tentang cara menegur dan merespons.

Pesan Aa Juju soal karhutla di Kalimantan

Dalam pesannya, Aa Juju mengatakan dirinya merasa sedih melihat situasi di wilayah tersebut. Ia berharap Awkarin dapat membantu memperluas perhatian publik dengan membagikan informasi mengenai karhutla.

Aa Juju juga menyebut dirinya tidak memiliki banyak pengikut sehingga berharap bantuan Awkarin bisa membuat informasi menjangkau lebih banyak orang. Pesan itu turut menyinggung dampak kebakaran yang disebut membuat warga mengalami kesulitan.

Namun, permintaan tersebut tidak berdiri sendiri. Aa Juju membandingkan sikap Awkarin yang dinilai cukup vokal ketika berkampanye pada masa lalu dengan responsnya terhadap persoalan yang sedang terjadi. Bagian itu tampaknya membuat Awkarin merasa pesan tersebut bukan sekadar ajakan untuk membantu.

Awkarin kemudian membagikan percakapan itu di media sosial. Tangkapan layar yang beredar menunjukkan keduanya berbeda pandangan mengenai cara menyampaikan kritik dan dorongan untuk ikut menyebarkan informasi.

Awkarin membantah tak peduli karhutla

Awkarin merespons dengan nada kesal. Ia mempertanyakan pilihan kata Aa Juju dan menilai pesan itu disampaikan seperti kritik yang dibungkus sebagai pengingat.

“Ngerti kan maksud gua? Kaya bahasanya sok woke bgt anjir bisa kali ngomong nicer. Gua gak kenal lu,” tulis Awkarin, dikutip pada Selasa (13/10/26).

Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya mengabaikan persoalan di Indonesia. Dalam unggahan lain, Awkarin menulis, “Gaada satu issue Indonesia gua up dr mana hantu.”

Setelah percakapan tersebut ramai diperhatikan, Awkarin mengunggah Instagram Story yang kembali menyindir orang-orang yang menurutnya terlalu ikut campur. “Org-org2 kaya gini gapenting bgt sumpah sampah bgt haters berkedok ngingetin ???,” tulisnya.

Rangkaian unggahan itu membuat perdebatan tak lagi hanya mengenai permintaan Aa Juju untuk menyebarkan informasi. Respons Awkarin turut memusatkan perhatian pada batas antara kritik, pengingat, dan cara seseorang memilih kata ketika mengajak figur publik bersuara.

Perdebatan cara menyampaikan perhatian

Permintaan untuk membagikan informasi dapat membantu sebuah isu menjangkau lebih banyak orang, terutama ketika pihak yang meminta merasa jangkauannya terbatas. Namun, percakapan ini menunjukkan bahwa pilihan bahasa ikut menentukan apakah ajakan itu diterima sebagai dukungan atau dirasakan sebagai sindiran.

Dampak langsungnya bagi pembaca adalah perhatian terhadap karhutla bisa tersisih oleh adu respons di media sosial. Pesan Aa Juju berangkat dari kekhawatiran mengenai kondisi di Kalimantan dan kesulitan warga, tetapi unggahan yang menyebar kemudian lebih banyak memperlihatkan ketegangan antara dua orang tersebut.

Awkarin menyampaikan keberatannya secara terbuka, sementara Aa Juju dalam pesan yang dibagikan berharap informasi mengenai kebakaran mendapat jangkauan lebih luas. Bahan yang tersedia tidak memuat tanggapan lanjutan dari Aa Juju setelah respons Awkarin diunggah.

Di tengah silang pendapat itu, kalimat Awkarin yang paling tegas tetap menjadi penutup responsnya: “Gaada satu issue Indonesia gua up dr mana hantu.”

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 13 Oktober 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir