Selasa, 13 Oktober 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Radja Nainggolan Bisa Bela Timnas Indonesia 15 Tahun

Radja Nainggolan dan peluang karier bersama Timnas Indonesia
Radja Nainggolan menyebut dirinya berpotensi memiliki karier internasional panjang bersama Indonesia. (Ilustrasi: AI)

Kesempatan membela sebuah negara bisa mengubah arah karier internasional pemain. Radja Nainggolan mengatakan ia berpotensi memiliki masa pengabdian selama 15 tahun bersama Timnas Indonesia, tetapi dahulu memilih Belgia karena tidak mengenal negara asal ayahnya.

Gelandang yang kini berusia 38 tahun itu menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara dengan Nieuwsblad, seperti dikutip VIVA dan sejumlah media olahraga. Nainggolan menjalani debut bersama Timnas Belgia pada 2009, saat kedekatannya dengan Indonesia masih minim.

Ia mengaku tumbuh tanpa banyak mengenal budaya Indonesia setelah ayahnya meninggalkan keluarga ketika ia masih kecil. Karena itu, Indonesia tidak masuk dalam pertimbangannya saat menentukan tim nasional yang akan dibela.

“Saya tidak bisa bimbang soal tim nasional karena saya tidak mengenal negara itu [Indonesia]. Budaya Indonesia tidak saya ketahui,” ujar Nainggolan, seperti dikutip dari Nieuwsblad.

Perjalanan 2013 mengubah pandangannya

Hubungannya dengan Indonesia mulai terbentuk setelah ia datang pada 2013 untuk menjalani tur selama dua pekan. Dalam kunjungan itu, Nainggolan mendatangi sejumlah pulau, memberi pelatihan kepada anak-anak, dan mengikuti wawancara.

Pengalaman tersebut membuatnya menikmati suasana dan gaya hidup yang ia temui. Kunjungan itu menjadi titik awal ketertarikannya pada Indonesia, berbeda dari masa ketika ia belum merasa punya ikatan dengan negara tersebut.

“Hingga tahun 2013, ketika saya diundang ke sana untuk tur selama dua minggu dengan bayaran yang lumayan. Saya mengunjungi beberapa pulau kecil, memberikan pelatihan kepada anak-anak, serta melakukan wawancara di sana-sini. Itu menyenangkan, sehingga gaya hidup seperti itu mulai saya sukai,” kata Nainggolan.

Belakangan, ia juga menilai antusiasme suporter Indonesia sebagai daya tarik besar. Dalam laporan Detik Sport dan CNN Indonesia Sport yang mengutip wawancara Nieuwsblad, Nainggolan menyoroti besarnya dukungan penonton untuk pertandingan Timnas Indonesia, termasuk saat menghadapi Vietnam atau Irak. Detik Sport mengutip pernyataannya bahwa laga seperti itu dapat dihadiri tujuh puluh ribu penonton.

Perbedaan pengalaman pemain keturunan turut membentuk cara pandangnya sekarang. Nainggolan menyinggung dukungan komersial yang diterima sejumlah pemain yang membela Indonesia, sementara ia membandingkannya dengan situasi pemain internasional yang bermain di level klub muda di Eropa.

Keterangan itu disampaikan sebagai pandangan Nainggolan dalam wawancara, bukan ukuran menyeluruh tentang kondisi semua pemain.

Penyesalan yang datang belakangan

Nainggolan juga melihat peluang membela Indonesia dari sisi masa depan setelah karier bermain berakhir. Menurut laporan Detik Sport, ia merasa sorotan dan popularitas di Indonesia dapat memberi manfaat bagi citra serta kehidupan setelah gantung sepatu. Ia mengakui baru memandang kemungkinan itu dengan cara berbeda setelah perjalanan internasionalnya bersama Belgia berakhir.

“Saya sebenarnya bisa memiliki karier selama 15 tahun sebagai pemain internasional Indonesia,” tutur Nainggolan.

Angka 15 tahun itu menggambarkan kemungkinan yang ia bayangkan, bukan catatan karier yang benar-benar terjadi. Faktanya, ia memilih Belgia dan membangun rekam jejak bersama tim nasional negara tersebut. Sementara itu, kisahnya memperlihatkan bagaimana kedekatan keluarga, pengalaman langsung, dan waktu dapat memengaruhi pilihan seorang pemain.

Bagi sepak bola Indonesia, pengakuan itu juga menyoroti pentingnya membangun hubungan dengan pemain keturunan sejak dini, sebelum keputusan internasional mereka terbentuk.

Antusiasme suporter dan perhatian terhadap pemain menjadi bagian dari daya tarik yang ia akui, meski tidak mengubah pilihan yang telah dibuatnya.

Dalam wawancara yang dikutip media, Nainggolan kini menilai peluang masa lalu itu dari sudut pandang berbeda; perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana sepak bola Indonesia terus menjaga daya tarik tersebut bagi generasi pemain berikutnya.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda